Anak Bungsu Reza Artamevia Akan Nyusul ke Mataram  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka) Harti Rizanoel dari BNI, Penyanyi Reza Artamevia, musisi Rendy Pandugo, EQ Puradiredja, Dewi Gontha dan Paul Dankmeyer foto bersama usai konferensi persJava Jazz Festival 2015 di Hotel Sultan, Jakarta, 21 Januari 2015. TEMPO/Nurdiansah

    (ki-ka) Harti Rizanoel dari BNI, Penyanyi Reza Artamevia, musisi Rendy Pandugo, EQ Puradiredja, Dewi Gontha dan Paul Dankmeyer foto bersama usai konferensi persJava Jazz Festival 2015 di Hotel Sultan, Jakarta, 21 Januari 2015. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.COJakarta - Reza Artamevia masih menjalani pemeriksaan di Kepolisian Resor Mataram, Nusa Tenggara Barat, terkait dengan dugaan penyalahgunaan narkoba.

    Adinda, sebut saja begitu, putri bungsu pelantun Satu yang Tak Bisa Lepas itu, rencananya terbang ke Mataram pada Rabu, 31 Agustus 2016. "Rencananya dia mau ikut. Tapi belum konfirmasi lagi nih ikut apa nyusul," kata pengacara Ramdan Alamsyah saat dijumpai di rumah Ahmad Dhani, Pondok Indah, Jakarta Selatan.

    Ramdan Alamsyah mengaku dihubungi keluarga Reza Artamevia, termasuk Adinda, untuk jadi penasihat hukum dalam perkara ini. Sore ini, Ramdan akan bertolak ke Mataram untuk bertemu Reza dan membuat surat kuasa resmi.

    BacaBeginilah Kedekatan Reza dengan Gatot Brajamusti

    "Nanti ketemunya di Lombok. Paling 1-2 hari ya, kita lihat prosesnya. Belum ngobrol sama Reza juga, belum bisa dihubungi," ujarnya.

    Adapun anak sulung Reza, sebut saja Yanti, sedang bersekolah di Prancis.

    Reza Artamevia ikut diciduk bersama Gatot Brajamusti di Hotel Golden Tulip, Mataram, Minggu malam, 28 Agustus 2016. Sama seperti Gatot, dari hasil tes urine, Reza juga dinyatakan positif menggunakan narkoba.

    TABLOID BINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.