Jadi Duta Baca, Ini Musuh Terbesar Najwa Shihab  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presenter Najwa Shihab saat membawakan acara Mata Najwa dengan bintang B.J Habibie di Kampus Unhas Makassar, 30 Agustus 2014.  TEMPO/Hariandi Hafid

    Presenter Najwa Shihab saat membawakan acara Mata Najwa dengan bintang B.J Habibie di Kampus Unhas Makassar, 30 Agustus 2014. TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.COJakarta - Duta Baca Najwa Shihab perlu usaha juga untuk melawan musuh terbesarnya, telepon seluler. "Tantangan terbesar orang kota saat ini, termasuk saya, adalah gadget," katanya sambil mengangkat tinggi telepon selulernya di acara Pesta Pendidikan, FX Sudirman, Ahad, 29 Mei 2016.

    Najwa mengatakan masyarakat kota lebih senang membaca isi media sosial dibanding membaca buku. Tentu hal menarik bagi masyarakat adalah melihat informasi atau mengamati teman serta kerabat di media sosial. Dia pun memiliki cara ampuh untuk berpaling dari kegiatan stalking di media sosial. "Saya sampai tulis di wallpaper saya 'Read the Book Instead'," katanya. Dengan begitu, saat melihat telepon selulernya, Najwa akan langsung menyadari lebih perlu membaca buku ketimbang memelototi telepon seluler.

    Selaku Duta Baca, pembawa acara “Mata Najwa” ini pun memaksa dirinya untuk membaca setiap hari. Sebagai orang yang cukup sibuk dengan berbagai kegiatan, ia tetap menargetkan dirinya membaca 30 halaman per hari. Hal itu lebih sering dilakukannya setelah salat Subuh. "Karena di pagi hari belum banyak kegiatannya," katanya.

    Kepada masyarakat, Najwa pun mengajak masyarakat agar bisa menargetkan diri membaca setiap hari. Bila tidak bisa seperti dia, 30 halaman, ia berharap minimal setiap hari seseorang bisa membaca 20 halaman. 

    Salah satu cara ampuh untuk membuat orang senang membaca, kata Najwa, adalah dengan memberi buku yang menarik baginya. "Sekali ia jatuh cinta dengan buku itu, ia akan terus membaca," katanya pada acara talkshow berjudul “Literasi Membangun Negeri”.

    Sebelumnya, pemerintah merayakan hari puncak bulan pendidikan dengan mengajak 108 komunitas sebagai pengisi acaranya. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan berharap acara ini bisa membuat masyarakat merasa ikut memiliki pesta pendidikan. Dengan tema besar “Semua Murid, Semua Guru”, ia berharap melalui acara yang dilakukan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Mall FX Sudirman semua orang bisa berbagi ilmu dan informasi dengan menjadi guru dan murid sekaligus. 

    Ada berbagai acara yang ditawarkan pada perayaan seharian itu. Ada talkshow tentang berbagai tema pendidikan, mulai teknologi informasi, kegiatan budaya, hingga pendidikan kepada orang tua. Ada pula stan yang diisi para komunitas untuk berbagi informasi kepada pengunjung. Senam bersama serta kemeriahan di acara Car Free Day pun sudah berlangsung sejak pukul 05.45 pagi. Tim Tempo juga ikut andil dalam mengisi kelas diskusi bertema “Workshop Menulis di Sosial Media”.

    MITRA TARIGAN


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.