Jawa Barat Gelar Konser di Taman Nasional Gunung Halimun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Glenn Fredly menghibur penggemarnya dalam konser tunggal bertajuk Menanti Arah di Istora Senayan, Jakarta, 17 Oktober 2015. Glenn membuka konser dengan lagu You Are My Everything yang langsung membuat para penggemarnya histeris. TEMPO/Nurdiansah

    Glenn Fredly menghibur penggemarnya dalam konser tunggal bertajuk Menanti Arah di Istora Senayan, Jakarta, 17 Oktober 2015. Glenn membuka konser dengan lagu You Are My Everything yang langsung membuat para penggemarnya histeris. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.COBandung - Pemerintah Jawa Barat menggelar kampanye lingkungan dibalut pergelaran musik di tengah Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, Kabupaten Bogor. “Eco Music Camp (EMC) ini mempertemukan beragam musikus dunia, dan Indonesia mengkampanyekan tentang lingkungan hidup. Enggak ada hotel. Di sana camping, tempatnya di kawasan lindung. Betul-betul di alam,” kata Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar di rumah dinasnya di Bandung, Rabu, 25 Mei 2016.

    Acara yang digelar pada 2-4 Juni nanti tidak melulu berisi pergelaran musik. Selama tiga hari itu akan digelar pula workshop bertema lingkungan, pemutaran film, serta aktivitas alam bebas seperti jungle trekking

    Dua kelompok peserta perhelatan itu adalah perwakilan komunitas pegiat lingkungan yang akan berkemah selama tiga hari, serta pengunjung umum. Bagi pengunjung umum, bakal disediakan bus khusus dari Stasiun Bogor yang akan mengantar ke lokasi perhelatan bolak-balik.

    Deddy mengatakan EMC merupakan satu dari tiga perhelatan budaya internasional yang rutin digelar pemerintah Jawa Barat, selain Gotrasawala dan Bandung International Digital Art Festival (Bidaf). Perhelatan EMC perdana digelar tahun lalu di Taman Bunga Mekarsari dengan bintang utama musikus Iwan Fals. Adapun bintang utama tahun ini musikus Glen Fredly.

    Direktur EMC Franki Raden mengatakan musikus dan artis yang mengisi perhelatan sengaja dipilih karena aktivitasnya lekat dengan isu pelestarian lingkungan hidup. “Kami memberi peluang bagi mereka untuk mengkampanyekan concern mereka terhadap lingkungan,” katanya, Rabu, 25 Mei 2016.

    Franki mengatakan, dari alternatif lokasi yang dijajaki, pilihan jatuh di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, Kabupaten Bogor. Lokasinya sengaja dipilih agak menjorok di bagian dalam taman nasional itu. “Tempatnya unik, tidak terlalu besar, tapi suasananya indah. Taman Nasional itu salah satu yang memiliki biodiversity yang paling banyak di Jawa,” ujarnya.

    Gara-gara lokasinya berada di bagian dalam taman nasional, peserta EMC dan penonton bakal mendapat pengawasan ekstra ketat karena wajib mengikuti aturan areal konservasi. Komunitas Greener, misalnya, bakal mengawasi aktivitas peserta dan penonton EMC, terutama soal sampah. “Mereka biasa mengelola ini,” kata Franki.

    Franki mengatakan lokasi di bagian dalam taman nasional itu memaksa peserta dan penonton akhirnya dibatasi. Peserta EMC dibatasi maksimal 500 orang, sedangkan untuk lokasi pertunjukan musik, kapasitas maksimalnya sekitar 1.500 orang. “Kami akan ketat sekali dengan penonton,” ucapnya.

    Peserta EMC yang akan berkemah selama perhelatan itu berasal dari perwakilan komunitas pencinta lingkungan. Kendati demikian, masyarakat umum masih bisa mengikuti kegiatan ini dengan paket khusus yang sengaja dijual lewat biro perjalanan, yang bekerja sama dengan panitia. Franki mengatakan slot tiket gratis juga disebar lewat sejumlah acara kuis di media yang menjadi rekanan.

    Bagi masyarakat umum yang ingin mengikuti kegiatan EMC, penyelenggara menyediakan bus gratis khusus dari Stasiun Bogor. “Penonton cukup membeli tiket masuk Taman Nasional Gunung Halimun-Salak,” kata Franki.

    Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Wahyu Iskandar mengatakan perhelatan itu dibiayai pemerintah provinsi lewat anggaran di dinasnya. “Khusus kegiatan ini kami menganggarkan Rp 1,9 miliar,” katanya, Rabu, 25 Mei 2016.

    Sejumlah musikus dalam dan luar negeri akan mengisi perhelatan EMC Volume II itu. Beberapa di antaranya Uwalmassa, Debu, Littellute, Matajiwa, Ayu Laksmi & Svara Semesta, Kunokini & Svaraliane, dan Glen Fredly. Sedangkan dari luar negeri Le Tran My dari Vietnam, Vieux Cissokho & Maryama dari Senegal, Sandra Fay dari Amerika Serikat, Helga Sedli dari Hungaria, serta Supakalulu dari Zimbabwe.

    AHMAD FIKRI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jadwal Imsakiyah dan Puasa Ramadhan 1442 H - 2021 M

    Ini jadwal puasa dan imsakiyah Ramadhan 1442 H yang jatuh pada 13 April hingga 12 Mei 2021, Idul Fitri 1 Syawal 1442 H jatuh pada 13 Mei 2021.