Nasib Ungu Setelah Pasca Nyalon Wali Kota Palu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasha Ungu. TEMPO/Nurdiansah

    Pasha Ungu. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sigit Purnomo Said atau dikenal sebagai Pasha, vokalis band "Ungu", siap bertarung memperebutkan kursi Wali Kota Palu pada Desember 2015. Pasha mantap dengan keputusannya itu dengan persiapannya sudah seratus persen.

    Bagaimana nasib Ungu jika ia terpilih? Untuk saat ini, Pasha menyatakan ia tidak hengkang dari band yang sudah berusia 18 tahun itu. Pasha yang tergabung di Partai Amanat Nasional (PAN) untuk pemilihan wali kota ini mangatakan Ungu akan tetap berkarya.

    "Ungu tidak akan ke mana-kemana. Ungu akan tetap berkarya dan saya tidak keluar dari Ungu," ujar Pasha saat ditemui di bilangan Lenteng Agung, Jakarta, Selasa, 7 Juli 2015.

    Pasha menyadari bahwa jika terpilih, dia akan lebih sibuk membaktikan diri untuk warga kota Palu. Namun dia belum bisa memastikan  apakah Ungu akan punya vokalis baru. Menurut dia, itu persoalan yang harus dibicarakan antara pihak manajemen dan band.

    "Ungu punya manajemen, jadi bukan saya yang ngatur. Ganti vokalis atau tidak, itu masalah teknis. Itu persoalan nanti tidak bisa disebutkan sekarang," ujar pria kelahiran Donggala, Sulawesi Tengah, 27 November 1979.

    Jika dia terpilih, Pasha akan memboyong keluarganya hijrah ke Palu. Sedangkan rekan-rekan Pasha di Ungu, Oncy (gitar), Enda (gitar), Makki (bass), Rowman (drum), akan tetap berada di Jakarta. Itu berarti Pasha akan menerima hambatan dalam memenuhi tugasnya di Ungu.

    Pasha belum bisa memastikan sampai kapan dirinya akan bertahan di Ungu. Selagi masih ada waktu, kata Pasha, dia ingin terus berkarya bersama band yang telah menelurkan 12 album itu.

    "Lagi-lagi, itu persoalan teknis antara manajemen dengan Ungu," tutup pelatun lagu Karena Dia Kamu dan Demi Waktu itu.

    LUHUR PAMBUDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.