Kutuk Kekerasan pada Anak, Dorce: Kasih Saya Saja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Arif Fadillah

    TEMPO/Arif Fadillah

    TEMPO.CO, Jakarta - Belakangan ini Indonesia digemparkan dengan berbagai kasus kekerasan terhadap anak. Sebut saja kasus pembunuhan Angeline, gadis 8 tahun, di Bali. Mendengar berita memilukan tersebut, Dorce Gamalama marah sekaligus prihatin.

    Komedian dan presenter yang akrab dipanggil Bunda Dorce ini bahkan menawarkan diri untuk menerima anak-anak yang ditelantarkan oleh orang tuanya tersebut.

    "Kalau berat ngasuh anak, kasih saya saja. Saya terima dengan ikhlas," ujar Dorce kepada Tempo di acara buka puasa bersama Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut Indonesia (PAMMI), di Hotel JS Luwansa, Senin, 6 Juli 2015.

    Komedian kelahiran Solok, Sumatera Barat, 21 Juli 1963 ini mengkhawatirkan dampak dari perlakuan kasar yang diterima anak. Menurut dia, anak yang dicederai di usia dini akan mengalami trauma dan menyimpan rasa dendam terhadap orang yang mencederainya.

    Jika sudah dendam, kata Dorce, anak itu ketika sudah dewasa akan punya kecenderungan untuk membalas kekerasan yang diterimanya kepada pelaku maupun orang lain yang dianggap mengganggunya. "Kalau anak sudah menyimpan dendam, itu bahaya," kata pemeran di film Dorce Sok Akrab (1989) ini.

    Bukan cuma kesal, Dorce juga mengutuk para pelaku kekerasan anak. "Orang kayak gitu (pelaku kekerasan anak) jangan diberi ampun, deh. Sebaiknya mereka dihukum seberat-beratnya," ujarnya.

    Dorce dikenal sebagai figur yang sangat memberi perhatian terhadap anak. Saat ini dia telah mengadopsi tiga anak, yaitu Rizky, Fatimah, dan Khadijah. Dorce juga pemilik Yayasan Panti Asuhan Dorce Halimahtussadiyah di kawasan Jati Asih, Bekasi, yang mengasuh ratusan anak yatim piatu.

    LUHUR PAMBUDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.