Bila Angelina Jolie Bercerita Soal Kekerasan Seksual terhadap Wanita  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angelina Jolie berbicara dalam diskusi yang membahas kekerasan terhadap perempuan saat acara African Union Summit di Johannesburg, Afrika Selatan, 12 Juni 2015. Jolie mengatakan kekerasan terhadap perempuan masih diperlakukan sebagai kejahatan ringan. REUTERS/Siphiwe Sibeko

    Angelina Jolie berbicara dalam diskusi yang membahas kekerasan terhadap perempuan saat acara African Union Summit di Johannesburg, Afrika Selatan, 12 Juni 2015. Jolie mengatakan kekerasan terhadap perempuan masih diperlakukan sebagai kejahatan ringan. REUTERS/Siphiwe Sibeko

    TEMPO.COJohannesburg - Aktris Hollywood seksi, Angelina Jolie, tengah berada di Johannesburg, ibu kota Afrika Selatan. Namun kedatangan pemeran Lara Croft, jagoan wanita dalam skuel laris Tomb Raider ke Afrika Selatan ini bukan urusan penggarapan film teranyarnya. 

    Istri aktor Brad Pitt ini ada di Johannesburg untuk urusan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ya, Jolie memang duta PBB untuk urusan pengungsi. Di Negeri Benua Hitam ini, Jolie akan bercerita soal kekerasan terhadap perempuan. 

    Dalam panel diskusi African Union Summit Ke-25 di Johannesburg, Jolie mengatakan masalah kekerasan terhadap wanita sudah menjadi isu global. Tapi sungguh memprihatinkan, ucap dia, masih banyak wanita Afrika yang mengalami kekerasan seksual.  

    "Di Afrika, sekitar 50 juta orang harus mengungsi akibat perang saudara. Lebih dari separuhnya adalah perempuan dan anak-anak," ujar Jolie. 

    Peraih Academy Award dalam film drama Girl, Interrupted (1999) ini menjelaskan, di Afrika, banyak wanita yang menjadi budak seks sebagai tawanan perang. Mereka diperlakukan sangat tidak manusiawi. 

    "Di wilayah konflik, perempuan dan anak-anak diperlakukan secara biadab. Untuk itu, mari, kita sama-sama mendukung gerakan penghentian kekerasan terhadap wanita," tuturnya. 

    XINHUA | SETIAWAN ADIWIJAYA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.