Sutradara Hanny Bikin Ajian Puter Giling di Film Horor Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Poster film Dejavu

    Poster film Dejavu

    TEMPO.CO, Jakarta - Big Picture akan mempersembahkan film terbaru dengan genre horor berjudul Dejavu: Ajian Puter Giling. Film ini akan tayang perdana pada Kamis, 21 Mei 2015 di bioskop Indonesia.

    Film besutan Hanny R. Saputra ini dijanjikan akan memberi warna berbeda dari film horor lainnya. Dengan tanpa muatan mesum, film ini lebih berfokus pada pembangunan suasana yang detil untuk menciptakan ketegangan.

    "Film horor ini lain dari yang lain. Biasanya film horor lebih berfokus pada bagaimana mengagetkan orang dengan mengabaikan pembentukan suasana dan isi cerita yang kuat," ujar Hanny pada Selasa, 19 Mei 2015 di Senayan City di acara gala premiere film tersebut.

    Hanny, yang sukses menyajikan film drama seperti Heart dan Di Bawah Lindungan Ka'bah, menerangkan, film berdurasi 90 menit ini menampilkan tiga pemain utama, yakni Ririn Ekawati, Dimas Seto, dan Ririn Dwi Ariyanti.

    Film ini mengisahkan Myrna (Ririn Ekawati), yang baru bekerja sebagai perawat untuk Sofia (Ririn Dwi Ariyanti), yang sakit. Myrna merasakan dejavu karena pernah berada di rumah tempat dia bekerja dan dia merasa sudah mengenal Yuda (Dimas Seto), suami Sofia. Selanjutnya, Myrna merasakan adanya keanehan pada diri Sofia dan rumah tempatnya bekerja.

    Selain itu, film ini juga mengisahkan tradisi kuno ajian puter giling. Dalam kepercayaan Jawa, ajian puter giling merupakan kemampuan untuk mengembalikan barang yang dibawa lari pencuri. Dalam tataran lebih jauh ajian puter giling dianggap mengembalikan anggota keluarga yang lama pergi.

    Ririn Ekawati mengatakan cukup puas dengan film ini. Ririn yang pernah berperan di film Di Balik 98 ini menuturkan, "ini film horor pertama saya, tapi saya puas dengan hasilnya. Saya ingin bermain film horor lagi."

    LUHUR PAMBUDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.