Rieke Diah Pitaloka Kampanye Cegah Menikah Dini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rieke Diah Pitaloka mendengarkan kesaksian dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, 25 Maret 2013. Dua kali menjalani sidah cerai, Rieke akhirnya resmi bercerai dengan Donny Gahral Adian pada 13 Januari 2015 di Pengadilan Agama Depok. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Rieke Diah Pitaloka mendengarkan kesaksian dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, 25 Maret 2013. Dua kali menjalani sidah cerai, Rieke akhirnya resmi bercerai dengan Donny Gahral Adian pada 13 Januari 2015 di Pengadilan Agama Depok. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Malang - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi IX, Rieke Diah Pitaloka, mengajak warga Malang agar memperhatikan usia pernikahan. Sebab, angka pernikahan usia dini masih relatif tinggi. Pasangan yang menikah di usia dini mulai 16 tahun sampai di bawah 20 tahun.

    "Pernikahan harus disiapkan secara baik," kata pemeran Oneng di komedi situasi Bajaj Bajuri dalam sosialisasi keluarga berencana di Kota Malang, Rabu, 13 Mei 2015.

    Rieke hadir dalam kegiatan yang diselenggarakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ini. Acara tersebut dihadiri ratusan orang tua. Sosialisasi ini menggunakan metode Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE).

    Menurut Rieke, usia mempengaruhi kesiapan calon mempelai dalam berkeluarga. Karena menikah muda tak memiliki kematangan secara emosi.

    Rieke mengatakan menikah di usia muda cenderung hanya mengandalkan nafsu tanpa memiliki persiapan yang cukup untuk hamil, dan memiliki anak. Padahal, perlu perencanaan untuk membangun keluarga sejahtera.

    Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (BKBPM) Kota Malang Peni Indriyani mengatakan di Malang setiap tahun sebanyak 60 pasangan menikah di usia dini. Tersebar di lima kecamatan di Kota Malang. "Kami memberikan layanan konsultasi kepada para remaja untuk mencegah pernikahan dini," ujarnya.

    Pasangan yang menikah dini rata-rata karena hamil pra nikah dan tuntutan orang tua. Untuk itu, BKBPM melakukan sosialisasi di sekolah untuk mencegah pernikahan dini.

    EKO WIDIANTO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.