Banjir Sedada Siapa, Jupe Punya Saran buat Ahok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Julia Perez, menjadi sorotan awal tahun ini terkait rencana pernikahannya dengan pesepak bola Gaston Castanyo dibatalkan. Jupe juga menarik perhatian setelah mengumumkan dirinya mengidap kanker leher rahim. TEMPO/Nurdiansah

    Julia Perez, menjadi sorotan awal tahun ini terkait rencana pernikahannya dengan pesepak bola Gaston Castanyo dibatalkan. Jupe juga menarik perhatian setelah mengumumkan dirinya mengidap kanker leher rahim. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.COJakarta - Artis Julia Perez alis Jupe makin ngetop setelah banjir melanda Jakarta. Di mana-mana tersebar meme yang memperlihatkan Jupe telentang dengan mata tertutup dalam genangan air. Hanya wajah dan dadanya yang terlihat menyembul pada permukaan air. Meme tersebut bertulisan: “Banjir udah sedada orang dewasa”.

    Ternyata Jupe hanya tertawa fotonya dijadikan guyonan. Artis bernama asli Yuli Rachmawati ini mengatakan tak keberatan fotonya dijadikan meme. Menurut dia, gambar itu malah bisa membuat orang senang. "Buat hiburan, enggak apa-apa," ujarnya.

    Ia pun maklum atas banjir yang menimpa Jakarta. Dia tahu kondisi tanah Ibu Kota memang rawan digenangi air. "Jakarta berada di bawah permukaan air laut," katanya saat dihubungi, Selasa, 10 Februari 2015.

    Keadaan ini, kata dia, membuat Jakarta gampang kebanjiran saat hujan lebat tiba. Jupe mengatakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bisa belajar dari Belanda. Negara itu juga memiliki tanah yang berada di bawah permukaan air laut, tapi tak kebanjiran.

    Belanda, kata dia, membangun bendungan untuk mencegah air laut memasuki daratan. Mereka juga mengharuskan anak-anak di sana bisa berenang. "Ada sertifikatnya," kata pedangdut yang pernah tinggal di Negeri Kincir Angin ini.

    NUR ALFIYAH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.