Cerita Djody saat Basoeki Melukis Ratna Sari Dewi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Musisi Setiawan Djody, Penyanyi Edo Kondologit dan anggota DPR sekaligus artis Rieke Dyah Pitaloka berbicara kepada pendukung dalam Jokowi-Ahok saat acara acara Halal Bihalal di posko kemenangan Jokowi Jl. Borobudur nomor 22, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (25/08). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Musisi Setiawan Djody, Penyanyi Edo Kondologit dan anggota DPR sekaligus artis Rieke Dyah Pitaloka berbicara kepada pendukung dalam Jokowi-Ahok saat acara acara Halal Bihalal di posko kemenangan Jokowi Jl. Borobudur nomor 22, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (25/08). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengusaha Setiawan Djody punya pengalaman menarik tentang maestro Basoeki Abdullah. Sang pelukis itu tak lain adalah pamannya. Djody masih bocah mengaku sering diajak pergi pamannya. Sang paman yang sudah almarhum itu menilai Djody punya bakat seni. Tapi gara-gara terlalu sering melihat model lukisan pamannya, Djody dilarang ikut pamannya melukis. 

    Djody menuturkan pengalamannya bersama sang paman. Djody yang saat itu berusia 9 tahunan, sering pula diajak pamannya itu untuk ikut sarapan bersama Bung Karno di Istana Negara. Djody melihat Soekarno tampil santai tanpa peci. Di Istana, pamannya biasa berdua bersama Bung Karno sambil berjalan jalan melihat lukisan atau patung sambil mendiskusikan masalah lukisan. 

    Dia juga pernah pula diajak sang paman melukis istri Bung Karno, Ratna Sari Dewi. Basoeki melukis perempuan asal Jepang itu di Wisma Yaso. “Saya yang masih kecil lihat orang cantik senang juga, dia memang cantik sekali,” ujar Djody terkekeh. Karena sering diajak pamannya dan melihat model yang dilukisnya, Djody sering dilarang orang tuanya ikut Basoeki.”Orang tua saya bilang nggak boleh ikut,” Setiawan Djody kepada Tempo, Senin, 26 Januari 2014 melalui sambungan telepon. Basoeki memang sering melukis dengan indah dengan bantuan seorang model perempuan cantik. 

    Jody dekat karena sang paman ini tinggal bersama kakek Jody. “Ya komunikasi dengan paman ini sudah dari saya kecil,” ujarnya. Dia mengenang pamannya yang sangat mahir melukis ini tak hanya dari kepiawaiannya juga dari pribadinya. Yakni sosok yang hangat dan humoris. Djody mengatakan hanya dialah satu-satunya keluarga yang beragama Katolik dan sering menjadi bahan bercanda di keluarga.

    “Ini roman katolik, Katolik kok cerai,” ujar Djody membeberkan guyonan untuk pamannya itu. Hal ini sering terlontar ketika pamannya ini sedang mencari inspirasi untuk lukisan yang indah seperti pemandangan atau perempuan cantik. (Baca: Obrolan Khusus dengan Setiawan Djody)

    Djody juga ingat ketika pamannya itu pulang dari Thailand dan membawa istrinya yang cantik. Istrinya ini merupakan runner up Ratu Kecantikan Thailand, Nataya Nareerat. Suatu ketika Basoeki Abdullah mengenalkan istrinya kepada Presiden Soekarno. Rupanya pelukis ini sempat berdebar-debar ketika Soekarno bertemu istrinya. “Cemburu sih tidak tapi deg-degan istri tangannya dipegang Bung Karno. Paman pernah bercerita seperti itu,” ujar Djody.

    Pendiri Kantata Takwa ini juga pernah melihat pamannya menyelesaikan lukisan Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto. Biasanya Basoeki melukis di kediaman Pak Harto di Jalan Cendana, Jakarta.

    Basoeki Abdullah memang beberapa kali melukis Pak Harto dan Ibu Tien dan keluarganya.“Tapi waktu itu sih tidak melihat langsung, cuma ngintip-ngintip saja. Tentu tidak mau terganggu,” ujarnya.”Pas finishing touch, dia sering nanya-nanya saya. Gimana Pak Harto kalau lagi mancing.

    DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?