Festival Film Prancis 2014 Kembali Digelar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Poster film Grace of Monaco (2014)

    Poster film Grace of Monaco (2014)

    TEMPO.CO, Jakarta - Festival Film Prancis akan kembali hadir menyapa pencinta film di Indonesia. Festival ini akan berlangsung di beberapa kota di Indonesia pada 4-7 Desember mendatang. 

    Festival ini akan berlangsung di Bali, Balikpapan, Bandung, Jakarta, Makasar, Malang, Medan, Surabaya, dan Yogyakarta. Melalui film dalam festival ini, diharapkan bisa menjembatani dialog budaya dua arah yang berhubungan antara Indonesia dan Prancis.

    “Kali ini, kami akan mempersembahkan delapan film Prancis terbaru yang belum pernah ditayangkan di Indonesia,” ujar Arnaud Miquel, Koordinator Bidang Audiovisual Institut Francais Indonesia, saat konferensi pers di Kineforum, Taman Ismail Marzuki, 25 November 2014.

    Seperti festival sebelumnya, film-film yang akan ditayangkan di teater XXI/21 beragam genre: komedi, drama, asrama, thriller, dan fantasi. Untuk program Panorama, festival akan menampilkan film Prancis teraktual yang selama lima tahun terakhir meraih lima Oscar di Hollywood dan dua Palme d'Or di Cannes, salah satunya film Grace of Monaco. Di Jakarta, film-film ini bisa ditonton di Epicentrum XXI, Metropole XXI, dan Kineforum untuk program Fokus.

    Mereka juga akan mendatangkan sutradara, produser, sekaligus pendiri studio animasi Folimage, Jacques-Remy Girerd. Dia mendapat penghargaan animasi terbaik di European Film Award 2009 untuk film Mia et le Migoo dan nomine film animasi terbaik pada Oscar 2010 untuk film Une Vie de chat. Dia akan berbagi pengalaman di festival ini di program Fokus.

    Program lain dalam festival ini yakni Kompetisi Film Pendek di Indonesia. “Kesempatan bagi para sutradara muda berkreasi mengenalkan karyanya,” ujarnya.

    DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.