Apresiasi 100 Tahun Ismail Marzuki

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jakarta, Joko Widodo tiba di pemakaman Karet Bivak, Jakarta, untuk berziarah ke makam Pahlawan Nasional Ismail Marzuki dan M.H. Thamrin dalam rangka menyambut ulang tahun Jakarta ke-486 pada 22 Juni nanti (20/6). TEMPO/Eko siswono Toyudho

    Gubernur Jakarta, Joko Widodo tiba di pemakaman Karet Bivak, Jakarta, untuk berziarah ke makam Pahlawan Nasional Ismail Marzuki dan M.H. Thamrin dalam rangka menyambut ulang tahun Jakarta ke-486 pada 22 Juni nanti (20/6). TEMPO/Eko siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Mengenang satu abad seniman Ismail Marzuki, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta beserta seniman Indonesia menggelar perayaan "100 Tahun Ismail Marzuki". Perayaan ini dilakukan dengan memutar kembali karya-karyanya di ruang publik Foyer, area kecil TIM, pada 22-24 Mei 2014.

    "Karya-karya Ismail Marzuki sangat mempengaruhi kebudayaan Indonesia. Ia layak untuk dikenang dan dihargai. Ia berjuang melalui alunan lagu-lagu yang diciptakan. Karyanya lintas generasi yang terbukti begitu banyak artis masa kini yang menyanyikan kembali lagu ciptaannya dengan gaya masing-masing ke dalam berbagai genre," ujar Arief Budhiman, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, saat ditemui di Graha Bakti Budaya TIM, Selasa, 20 Mei 2014.

    Nantinya masyarakat juga dapat turut serta mengenang kembali karya-karya si pencipta lagu, antara lain, Sepasang Mata Bola, Juwita Malam, Rayuan Pulau Kelapa ini. Nantinya, pada 22 Mei, akan diselenggarakan Operet "Ismail Marzuki Sang Pahlawan" karya sutradara Jose Rizal Manua, dengan bintang tamu salah satunya ialah Maudy Kusnaedi.

    Begitu juga pada 23 Mei, acara perayaan "100 Tahun Ismail Marzuki" dimeriahkan dengan Kompetisi Paduan Suara Mahasiswa dengan juri antara lain Aida Swenson Simanjuntak, Trie Utami, dan Obby A. R. Dan puncaknya pada tanggal 24 Mei 2014, akan diselenggarakan pentas musik yang dimeriahkan oleh Slank, Aikke Nurjanah, Sundari Sukotjo, Ubiet, Ecky Lamoh, dan lainnya.

    ANINDYA LEGIA PUTRI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.