Kasus Erwiana Terungkap karena Media Sosial  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Erwiana Sulistyaningsih, bekas TKW yang mengalami penyiksaan dari majikannya di Hong Kong dinobatkan TIME sebagai salah satu dari 100 tokoh berpengaruh di dunia 2014 versi TIME. Erwiana bekerja di Hong Kong sejak Mei 2013 dan mengalami penyiksaan selama delapan bulan. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    Erwiana Sulistyaningsih, bekas TKW yang mengalami penyiksaan dari majikannya di Hong Kong dinobatkan TIME sebagai salah satu dari 100 tokoh berpengaruh di dunia 2014 versi TIME. Erwiana bekerja di Hong Kong sejak Mei 2013 dan mengalami penyiksaan selama delapan bulan. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    TEMPO.CO, Jakarta - Erwiana Sulistyaningsih, 23 tahun, tidak merasa tinggi hati karena masuk dalam daftar seratus orang paling berpengaruh versi majalah Time. "Biasa aja, ah. Saya kan masih orang desa. Nanti dikiranya sombong lagi," katanya kepada Tempo pada Rabu, 30 April 2014, di kantor Aliansi Gerakan Reforma Agraria, Rawamangun, Jakarta. (Baca: Erwiana Mantan TKI Masuk 100 Orang Berpengaruh Versi Time)

    Erwi bercerita mengenai keinginannya menjadi TKW di Hong Kong. Dia melihat beberapa temannya yang sukses dan mendengar bahwa di Hong Kong nyaris tidak ada kekerasan jika dibanding menjadi TKW di Arab, Malaysia, dan Singapura. Namun ternyata perkirannya salah. "Saya dikurung, tidak boleh keluar rumah. Gaji saya sebanyak 3.920 dolar Hong Kong per bulan tidak pernah dibayar. Makan yang diberikan pun sangat kurang hingga kondisi saya kurus kering," kata Erwi, yang bobot tubuhnya berkurang menjadi 25 kilogram dari 50 kilogram.

    Selama delapan bulan Erwi dipekerjakan dan terus disiksa. Dia pernah berhasil kabur, tapi akhirnya dikembalikan oleh agen ke rumah majikannya. "Sejak awal bekerja, saya sudah disiksa. Saya tertekan dan badan saya sakit. Saya menangis terus sampai tidak kuat menangis lagi karena menahan rasa sakit," kata Erwi, yang tidak bisa menceritakan detail penyiksaan yang dialaminya karena kasusnya masih bergulir. "Intinya, saya dipukul suatu alat sampai badan saya lebam."

    Erwi yang pernah bekerja menjadi kasir dan waitress di Jakarta ini akhirnya dipulangkan oleh majikan karena dianggap sudah tidak bisa bekerja lagi. Majikannya mengantarnya hanya sampai bandara, lalu Erwi pulang sendiri ke Ngawi, Jawa Timur. "Sampai Ngawi, saya dibawa ke rumah sakit oleh orang tua. Saya dirawat selama 25 hari di rumah sakit Sragen. Sampai sekarang saya masih minum obat," kata wanita lulusan SMK Negeri 1 Ngawi jurusan akutansi itu. (Baca: Majikan Erwiana DIjerat 25 Tuntutan)

    Erwi menyarankan bagi TKI yang akan bekerja di luar negeri agar mengetahui dan mempelajari hukum negara yang dituju. Juga, harus mengetahui siapa yang bisa dihubungi. Kasus Erwi hingga menjadi pembicaraan internasional itu atas bantuan para TKI di Hong Kong dan Singapura. "Teman-teman nyebarin di Facebook dan media online. Lalu, TKI di Hong Kong bantuin menyebarkan dan TKI Singapura bantuin mencarikan pengacara. Saya senang karena banyak yang tolong dan support," ujarnya.

    Erwiana menjadi salah satu dari seratus orang paling berpengaruh versi Time. Dia masuk kategori ikon bersama sutradara terkenal Robert Redford, Paus Fransiskus, Malala Yousafzai, dan Cristiano Ronaldo. Untuk kategori pemimpin, ada nama Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry, Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Presiden Tiongkok Xi Jinping, Presiden AS Barack Obama, dan Kanselir Jerman Angela Merkel.

    Kategori artis muncul nama Benedict Cumberbatch (pemera film 12 Years a Slave), Steve McQueen (sutradara film yang sama), Matthew McConaughey (peraih Oscar kategori Pemain Terbaik dalam film Dallas Buyers Club), dan penyanyi Miley Cyrus.



    MITRA TARIGAN



    Berita Terpopuler
    Lupita Nyong'o Lebih Cantik daripada Kate Middleton? 
    Sidang Perdana Perceraian Marshanda Digelar 13 Mei
    Selama Pengobatan Herbal, Olga Tak Mengeluh Pusing 
    Shakira Boyong Anak dalam Tur Dunia


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.