Idris Sardi Akan Dimakamkan di Menteng Pulo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Renzananya, jenazah Idris Sardi akan disemayamkan di rumah duka di Bumi Cimanggis Indah, Cimanggis. TEMPO/Fransiskus S

    Renzananya, jenazah Idris Sardi akan disemayamkan di rumah duka di Bumi Cimanggis Indah, Cimanggis. TEMPO/Fransiskus S

    TEMPO.CO, Jakarta - Jenazah Idris Sardi akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Menteng Pulo, Jakarta, Senin sore, 28 April 2014. Hingga kini jenazahnya masih disemayamkan di rumah duka, Rumah Kreatif, Bumi Cimanggis Indah Blok B1 Nomor 9, Jalan Pekapuran, Cimanggis. Sebelumnya jasad maestro biola ini dimandikan di Masjid Al-Hidayah. (Baca: Idris Sardi: Jangan Sebut Saya Maestro)

    Pantauan Tempo, putra almarhum, Lukman Sardi; serta rekannya, Fadli Zon--yang merupakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra; Ketua Badan Komunikasi Partai Gerindra; Sekjen DPN HKTI; dan artis senior Dorce sudah berada di rumah duka. Saat jenazah ayahnya disemayamkan, Lukman Sardi tak kuasa menahan air mata.

    Idris Sardi mengembuskan napas terakhir pada usia 75 tahun, pukul 07.20, Senin, 28 April 2014. Ia sempat mengalami kritis akibat menderita penyakit slam di lambung serta penyakit lever. (Baca: Penyakit yang Mendera Idris Sardi, Sang Biola Maut)

    Idris Sardi, maestro yang juga berjuluk Biola Maut ini, sudah menghasilkan sekitar 1.900 karya. Sulung dari delapan bersaudara ini lahir di Jakarta, 7 Juni 1938. Idris Sardi sempat menggelar konser tunggal bertajuk "Konser Tunggal Maestro Biola Idris Sardi" di Theater Perpustakaan Nasional RI pada 16 Desember 2013 lalu.

    ANINDYA LEGIA PUTRI

    Topik terhangat:
    Hadi Poernomo | Pelecehan Siswa JIS | Kisruh PPP | Jokowi | Prabowo



    Berita Lainnya:
    Sakit Lagi, Olga Syahputra Dijenguk Dahlan Iskan
    Ekspor Mineral Terganjal Surat Kementerian ESDM
    KPAI: Kekerasan Seksual JIS Terjadi Juga di Kelas


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.