Idris Sardi Keturunan Maestro Musik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lukman Sardi (kanan) menitikan air mata di depan jenazah sang ayah, Idris Sardi (28/4). TEMPO/Anindya Legia Putri

    Lukman Sardi (kanan) menitikan air mata di depan jenazah sang ayah, Idris Sardi (28/4). TEMPO/Anindya Legia Putri

    TEMPO.CO, Jakarta - Idris Sardi terlahir dari keluarga yang menekuni musik. Bapaknya, Mas Sardi, adalah musikus yang bisa memainkan banyak instrumen musik, antara lain biola, saksofon, klarinet, dan piano. Bapaknya juga seorang ilustrator musik film. Semasa hidup, Mas Sardi pernah bermain bersama rombongan Faroka Opera, bergabung dengan Sweet Java Opera dan Jazz Big Band, serta menjadi pemain biola di Orkes Studio Jakarta.

    Darah musik memang begitu kental. Idris bercerita bahwa kakek bapaknya, Raden Mas Soeprapto, adalah pemain inti Orkes Keraton Yogyakarta, yang dibentuk Sri Sultan Hamengku Buwono VII pada akhir abad ke-18.

    Keterampilannya dalam bermain musik menurun dari kakeknya, Soekamto. Kakeknya tinggal di dalam benteng keraton yang dikenal dengan nama Musikanan. Pada zaman penjajahan Jepang, ia berganti nama menjadi Sorno Waditro. Nama itu diberikan Sri Sultan Hamengku Buwono IX karena pengabdiannya pada orkes keraton semasa hidupnya.

    Sedangkan ibunya, Hadidjah, yang wafat  pada 10 Oktober 2013 adalah aktris yang memulai debut lewat film Alang-Alang (1939). Begitu juga neneknya, Habibah. Neneknya pernah bermain film bersama buyutnya, Moesa Pancho, pada 1938 lewat film Fatima. Buyutnya adalah pemimpin sandiwara yang berkelana ke berbagai negara di Asia. Perkawinan ibu dengan ayahnya melahirkan delapan anak, dan Idris adalah anak pertama.

    Keluarga Idris tinggal di Ketapang, Sawah Besar Luar, Jakarta. Di rumah itulah dia mulai diperkenalkan dengan biola dan dunia musik. Dia mulai serius belajar biola pada umur 5 tahun. Sebelum berlatih, bapaknya yang mengenali bakat Idris kecil bertanya, "Kamu siap bermusik? Karena bermusik itu berat. Kamu tidak boleh menzalimi orang. Jadi kamu harus menyiapkan diri bermain bagus, jangan sumbang. Syarat kamu tidak jadi zalim, harus mulai jam 5 pagi. Siap?" Sejak itu, Idris pun siap selalu. Dikutip dari majalah Tempo edisi 27 Oktober 2013.

    Idris Sardi wafat Senin, 28 April 2014, pukul 07.20 WIB. Jenazahnya dibawa ke rumah duka yang beralamat di Jalan Mandor Eti Nomor 26, RT 02 RT 03, Tanah Baru, Beji, Depok. Rencananya jenazah akan dimakamkan di TPU Menteng Pulo, Jalan Casablanca, Jakarta, pukul 15.00.

    MAJALAH TEMPO | ALIA FATHIYAH

    Terpopuler
    Sebelum Tewas, Azwar: Saya Melakukannya Satu Kali
    Tersangka Pelecehan di JIS Korban Sodomi Buron FBI
    Polisi: Tersangka JIS Lainnya Kesal Pada Azwar  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.