Eka Gustiwana Ingin seperti Yovie dan Ahmad Dhani  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Eka Gustiwana Putra. TEMPO/Nurdiansah

    Eka Gustiwana Putra. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Musikus yang membuat karya audio-visual dari susunan rekaman kata-kata (speech composing), Eka Gustiwana, mengaku ingin seperti para idolanya, Yovie Widianto dan Ahmad Dhani. "Sebab, lagu apa pun yang diciptakan mereka pasti jadi hit," kata Eka kepada Tempo beberapa waktu lalu.

    Sebelumnya, Eka adalah otak dibalik video speech composing berjudul Demi Tuhan oleh Arya Wiguna. Sejak kemunculannya, video yang dirilis pada April 2013 di YouTube itu meraih empat juta penonton hanya dalam waktu sebulan. Kemudian Eka mulai banyak dikenal orang.

    Karyanya yang berawal dari iseng itu menuai banyak komentar yang melejitkan namanya. Video itu pula yang membuatnya sering tampil di beberapa acara talkshow. Eka mengaku lebih suka berada di belakang layar. Menurut dia, terdapat kesenangan tersendiri ketika membuat karya dan membuat orang terkenal dengan karyanya itu.

    Anak sulung dari dua bersaudara itu menilai dirinya masih amatiran. Demi menjadi seperti para idolanya, ia sadar perlu waktu yang cukup lama. Meski begitu, Eka tetap ingin berusaha. " Ya, masih mimpi. Enggak apa-apa kalau orang remehkan saya dan bilang saya itu tukang mimpi. Yang penting, saya tetap optimis," kata pria yang juga ingin melanjutkan sekolahnya di bidang musik dan ekonomi itu.

    Setelah karya yang dinyanyikan Arya Wiguna, ia kemudian membuat lagu BBM Campuran dari omongan Jeremy Tetty saat menjadi pembawa acara salah satu stasiun televisi swasta. "Akhirnya, jadi banyak stasiun TV yang minta dibuatkan video speech composing untuk acara tertentu," katanya.

    Membuat lagu sebenarnya bukan hal baru untuk pria berkacamata itu. Sebelumnya, ia telah membuat lagu dari musik biasa, bukan dari omongan tokoh di media. "Tapi dua-duanya sama sulitnya tuh," kata Eka yang juga pernah membuat speech composing yang "dinyanyikan" para tokoh, seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Ketua KPK Abraham Samad, Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, dan mantan wakil presiden M. Jusuf Kalla, serta pembawa acara Najwa Shihab. (Lihat : VIDEO Najwa Shihab Menyanyi Korupsi)

    MITRA TARIGAN


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.