Rio Dewanto Selektif Pilih Manajer Artis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepasang kekasih Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto berpose sebelum memberikan keterangan kepada media jelang pementasan Teater Titik Terang karya Ratna Sarumpaet (Ibunda Atiqah) di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, (25/6). TEMPO/Nurdiansah

    Sepasang kekasih Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto berpose sebelum memberikan keterangan kepada media jelang pementasan Teater Titik Terang karya Ratna Sarumpaet (Ibunda Atiqah) di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, (25/6). TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO , Jakarta: Trauma atas penipuan juga membuat Rio Dewanto lebih selektif dalam memilih pekerjaan dan manajer. Tiga tahun silam, Rio dan sederet selebritas pernah tertipu oleh Fahmy Romi, bos perusahaan manajemen artis 9 Management, senilai lebih dari Rp 2 miliar.


    Kasus itu sempat dilaporkan Rio dan para artis yang dirugikan Fahmy ke Kepolisian Resor Jakarta Selatan. Tapi kasusnya ditutup karena Fahmy meninggal.


    Dengan manajernya sekarang, Boy, Rio mengaku lebih teliti dalam urusan komisi. Apalagi keduanya tengah menggodok rencana membuat manajemen artis.


    Masalah transparansi keuangan dan kontrak kerja pun ditekankan keduanya pada perusahaan mereka nantinya. “Profesi manajer artis itu berkaitan erat dengan masalah kepercayaan. Apalagi enggak semua artis mau peduli dengan kontrak kerja mereka dan memasrahkan semuanya kepada manajer,” kata aktor kelahiran Jakarta pada 1987 itu, Selasa lalu.


    Masalah kenyamanan juga dinilai Rio tak kalah penting dalam hubungan artis-manajer. Untungnya, kata bintang film Arisan! 2 itu, Boy adalah kakak sahabatnya yang sudah dianggap Rio sebagai abangnya sendiri.


    Dengan pria yang juga memanajeri Eva Celia dan Dimas Anggara itu, Rio mengaku merasa nyaman untuk bercerita soal apa pun, baik masalah pribadi maupun pekerjaan. “Kami cocok karena punya visi dan misi yang sama untuk kesuksesan kami. Boy juga selalu mendukung saya. Demikian pula sebaliknya.”


    Aktris Atiqah Hasiholan, istri Rio, menilai seorang manajer idealnya bisa memahami dan menyentuh sisi pribadi si artis. Manajer, bagi dia, juga harus memikirkan nasib jangka panjang artis yang ditangani dan bisa memberi kenyamanan. Syarat itu dinilai Atiqah sudah ada pada manajernya, Adik Karuniawan, yang sudah bekerja sama dengannya sejak 2006.


    “Walau bawel, Mas Adik orangnya sangat detail dan peduli pada masalah personal artisnya. Jadi, kalaupun ada proyek besar, dia enggak main sikat aja, tapi lihat dulu kondisi saya seperti apa. Dia juga suka kasih pandangan lain soal suatu hal, yang mungkin enggak saya sadari sebelumnya,” ujar salah satu pemain film Java Heat itu pada Kamis siang lalu. “Satu yang tak kalah penting, dia juga kocak. Jadi, kalau ada Mas Adik, bawaannya jadi senang.”


    Adik Karuniawan sadar bahwa sikap bawelnya kadang membuat artis yang ditanganinya kesal. Namun, katanya, hal itu ia lakukan karena ingin Atiqah dan artis lain mendapatkan hasil yang terbaik. “Aku percaya, rezeki, pertemuan, dan perpisahan sudah ada yang mengatur. Makanya, aku bilang ke artis-artisku, kalau ada sikapku yang bikin dia enggak nyaman, bilang saja. Jalan sama-sama, sukses sama-sama,” ujarnya.


    ISMA SAVITRI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.