Syahrini Bantah 'Tereret Manja' dengan Suami Airin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Syahrini saat memberikan penjelasan kepada sejumlah wartawan di Princess Syahrini F-KTV, Mall Taman Anggrek, Grogol, Jakarta (12/2). Syahrini membantah telah menerima aliran dana dari Wawan ataupun mengenalnya. TEMPO/Nurdiansah

    Syahrini saat memberikan penjelasan kepada sejumlah wartawan di Princess Syahrini F-KTV, Mall Taman Anggrek, Grogol, Jakarta (12/2). Syahrini membantah telah menerima aliran dana dari Wawan ataupun mengenalnya. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Syahrini membantah terlibat dalam pusaran aliran dana dari Tubagus Chaeri Wardhana, tersangka kasus suap korupsi Banten. Dia membantah pemberitaan yang menyebutkan kalau dirinya ikut menerima duit haram hasil korupsi.

    “Saya tidak pernah tereret-eret manja dengan yang namanya Wawan. Berjabat tangan dengan orangnya saja saya tidak pernah,” ujar Syahrini usai menggelar konferensi pers soal kepergiannya ke lokasi bencana Gunung Sinabung di karaoke premium miliknya di Mall Taman Angrek, Rabu, 12 Februari 2014.

    Syahrini mengatakan siap dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi jika dibutuhkan. “Oh welcome, saya akan kooperatif dengan bapak-bapak penyidik KPK,” kata Rini.(baca:Soal Mobil Adik Atut, Jennifer Dunn Akan Diperiksa)

    Pencetus istilah nyeleneh seperti "Jambul Khatulistiwa" dan "Bulu Mata Anti Tsunami" itu siap jika rekeningnya diperiksa oleh pihak terkait. “Akan saya buka selebar-lebarnya, silakan. Paling yang ditemukan hanya aliran dana dari Aisyah Rani, manajer saya.”

    Pada 10 Januari 2014, Wawan ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka kasus pencucian uang. Wawan juga telah menjadi tersangka dalam tiga kasus korupsi, yaitu penanganan sengketa pemilihan Bupati Lebak, Banten; pengadaan alat kesehatan di Kota Tangerang Selatan; serta pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten. Belakangan muncul kabar aliran dana dari Wawan ke sejumlah artis. (baca:Daftar Kado dari Adik Atut ke Jennifer Dunn)

    SUBKHAN


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.