Oscar Bikin Kejutan di Jakarta Fashion Week 2014  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah model memperagakan rancangan desainer Oscar Lawalata  dalam perhelatan mode Jakarta Fashion Week 2014 di Senayan City, Jakarta (22/10). Sebanyak 60 rancangan, Oscar Lawalata mempersembahkan koleksi bertajuk

    Sejumlah model memperagakan rancangan desainer Oscar Lawalata dalam perhelatan mode Jakarta Fashion Week 2014 di Senayan City, Jakarta (22/10). Sebanyak 60 rancangan, Oscar Lawalata mempersembahkan koleksi bertajuk "Iam Indonesia". TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Oscar Lawalata mendapatkan kesempatan bersama dengan tiga desainer lainnya untuk menutup perhelatan Jakarta Fashion Week 2014. Melalui pagelaran busana Dewi Fashion Knights dengan tema Tale of The Goddess, Oscar menampilkan kejutan pada pagelarannya semalam, Jumat, 26 Oktober 2013.

    Ketika desainer lainnya menjadikan model untuk menunjukkan hasil karyanya, namun tidak dengan Oscar. Di kesempatan pagelaran terakhir di JFW 2014, Oscar justru turut serta menjadi model yang berlenggak-lenggok di atas catwalk. Ditanya perasaannya, Oscar menjawab, "Seru banget tadi. Dulu pernah jalan juga di atas catwalk, tapi sudah lama banget," katanya, saat ditemui di Senayan City, Jakarta.

    "Aku ingin memberikan sesuatu yang berbeda pada show-ku, karena fashion itu, kan, fun, fashion itu, kan, surprising," katanya.

    Oscar sempat merasa kikuk saat berjalan di atas catwalk. "Model yang lain jalannya cepat banget, jadi agak kikuk pas jalan, terlebih ada aksesori yang menutupi pandangan mata, jadi jalannya agak susah," kata lajang kelahiran Pekanbaru, 1 September 1977, itu.

    Pada pagelaran terakirnya di JFW 2014, Oscar juga menampilkan look glam serba hitam, yang ia sebut Andromeda. Sedangkan tampilan keduanya, ia menampilkan blouse dengan warna senada yang dibuat dengan hand embroidery, namun dibuat lebih modern. Untuk karyanya tersebut, Oscar telah mempersiapkan sejak 6 bulan yang lalu.

    Mengenai karyanya selama JFW 2014, ia mengungkapkan, dirinya sangat puas pada setiap karyanya. Hal ini didasari oleh setiap konsep yang ia pegang teguh saat berkarya, yaitu prepare, research, dan planning.

    ANINDYA LEGIA PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Raoul Follereau Mengusung Kepedulian Terhadap Penderita Kusta

    Raoul Follereau mengusulkan kepedulian terhadap kusta. Perjuangannya itu akhirnya diakui pada 25 Januari 1954 dan ditetapkan sebagai Hari Kusta.