Choki Sitohang Tidak Kapok Main Basket  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Choky Sitohang. TEMPO/Arnold Simanjuntak

    Choky Sitohang. TEMPO/Arnold Simanjuntak

    TEMPO.CO, Jakarta - Presenter Choky Sitohang tidak kapok untuk bermain basket. Ketika sedang latihan bersama Udjo P Project dan Yogi Finanda, dia mengalami cedera lutut yang mengakibatkan luka bekas operasinya sobek.

    "Ada teman yang mainnya kurang kontrol, tabrakan, lalu saya salah mendarat," kata suami dari Melissa Aryani ini.

    Pembawa acara Take Me Out ini tak bisa mengikuti pertandingan bersama anggota komunitas basket artis Happy Bollers. Choki terpaksa harus menonton dari pinggir lapangan.

    Rupanya, tak hanya sekali ini Choky mengalami cedera kaki. Pada 2005, ia mengalami kecelakaan serupa, hingga akhirnya pada tahun 2011, presenter berusia 30 tahun ini pernah menjalani operasi anterior crusciate ligamen.

    Tak kapok bermain olahraga kesukaannya, Choky tetap bermain basket hingga akhirnya cedera kembali. “Saya belum ke dokter, baru tanya lewat telepon," kata Choki. "Tapi kata dokter harus istirahat dulu satu setengah bulan. Lihat kerusakannya di mana, ujung-ujungnya operasi,” dia menambahkan.

    Meskipun demikian, Choky mengaku bahwa cedera yang dialaminya tidak akan mengganggu pekerjaannya sebagai presenter. Ia tetap membawakan acara meskipun harus memakai kruk, alat penyangga kaki. Hal itu diakuinya sebagai bentuk profesionalitas yang diwujudkan dengan menepati kontrak kerja yang telah disetujuinya.

    “Sebelumnya saya juga pernah membawakan acara pakai kruk, kok,” katanya. Tim Happy Ballers yang terdiri dari figur publik ini seperti di antaranya terdiri dari Rico Ceper, Udjo Project Pop, Bams Samson, Mario Lawalata, Yossi Projet Pop, Augie Fantinus, Choky Sitohang, Richard Insane, dan Yogi Finanda

    SARTIKA MARHAN | NURUL MAHMUDAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.