Begini Cara Tompi Mengajar Anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tompi. TEMPO/Jacky Rachmansyah

    Tompi. TEMPO/Jacky Rachmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap orang tua memiliki gaya dan caranya sendiri dalam mengajari buah hatinya. Penyanyi sekaligus dokter bedah plastik Tompi pun memiliki cara handal untuk membuat pintar anak-anaknya. Tompi menggunakan dongeng serta kegiatan bermain sebagai ajang edukasi.

    Salah satu contoh saat Tompi mengajarkan alphabet kepada anak-anaknya. Berbeda dengan para orang tua yang mengajari dengan bernyanyi lagu alphabet dalam bahasa Inggris, Tompi mengajarinya secara acak.

    "Saya ngajarinnya di tengah-tengah becanda. Misalnya lagi enak-enaknya ngobrol, tiba-tiba ini kak, ini namanya E," kata Tompi meniru cara belajarnya. Ayah tiga anak ini pun mengaku tidak mengajari alphabet kepada anaknya secara berurutan dari A-B-C sampai Z, tapi sesuai kesukaannya saja.

    Sama halnya ketika anak pertamanya mengalami trauma berenang. Ketika itu, sang anak sedang main di kolam renang rumah temannya. Namun karena panik ia pun susah bernapas dan merasa seperti tenggelam serta meronta ronta dalam air. Sejak saat itu, Teuku Omar Dakari yang masih berusia 5 tahun ini pun tidak mau lagi berenang.

    Berbagai cara sudah dilakukan Tompi agar sang anak mau kembali main di kolam renang. "Saya sudah pakai berbagai cara dari mulai baik sama yang keras agar dia mau berenang lagi," lanjut Tompi mengingat usahanya. Namun sayang tidak ada yang berhasil.

    Sampai akhirnya suami Arti Indira ini memakai cara mendongeng yang kebetulan adalah aktivitas kesenangan keluarganya. "Pulang praktik, saya langsung cerita tentang Bahlul (tokoh utama kesayangan keluarga Tompi) yang tidak bisa berenang. Pokoknya unsur kolam renang saya masukkan terus dalam cerita itu," kata pria asal Aceh ini mengingat perjuangannya. Beruntung sang anak akhirnya mau berenang kembali setelah dibujuk melalui dongeng itu.

    Psikologi memang bukan ilmu yang sangat dikuasai Tompi. Namun dengan latar belakang dokter yang juga pernah belajar sedikit psikologi serta belajar berempati pada pasien, ia pun belajar bagaimana melihat psikologi lawan bicara termasuk anaknya. "Intinya saya ingin agar anak belajar tapi merasa seperti tidak belajar," katanya.

    MITRA TARIGAN

    Berita terpopuler lainnya:
    Laskar Pelangi Jadi Buku Best Seller Internasional
    Andrea Hirata Masuk Nominasi Sastra Terbaik Jerman

    Kisah Cinta Lelaki Penyendiri di Goethe Institut
    Nonton Film di Bioskop Dapat Mobil

    Tom Hanks Jajal Panggung Broadway

    Dipamerkan, Lukisan Langka Ratu Elizabeth I


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.