Pabrik Gula, Bagaimana Nasibmu Kini?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bekas pabrik gula Kalibagor Sokaraja Banyumas. TEMPO/Aris Andrianto

    Bekas pabrik gula Kalibagor Sokaraja Banyumas. TEMPO/Aris Andrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Puluhan pabrik gula pada zaman Belanda kini tak sejaya seperti di masa lampau. Beberapa masih memproduksi tebu menjadi gula, namun banyak yang sudah sekarat, bahkan tinggal sisa-sisa pabrik yang hampir rubuh.

    Pusat Kebudayaan Belanda, Erasmus Huis, akan menggelar pameran foto dan film dokumenter tentang pabrik gula di seluruh Indonesia.

    “Sebuah trailer dokumenter tentang pabrik gula di Situbondo akan disajikan sebagai contoh,” ujar Direktur Erasmus Huis, Ton Van Zeeland, Kamis, 3 Januari 2013.

    Pameran akan diselenggarakan pada bulan depan di Erasmus Huis. Zeeland menjelaskan, Erasmus Huis bekerja sama dengan beberapa peneliti yang tertarik dengan nasib pabrik-pabrik gula zaman Belanda. Mereka meneliti semua pabrik gula di Indonesia.

    Dari hasil penelitian ini akan disajikan pula sebuah seminar yang membahas perkembangan pabrik gula ini. Bagaimana produksi dan kondisi pabrik gula yang beroperasi dengan sistem lama dan kian tergusur oleh pabrik gula modern. “Secara sosial ekonomi sangat menarik. Dokumentasinya juga cukup bagus,” ujarnya.

    Pameran ini merupakan upaya untuk merekatkan hubungan masyarakat Indonesia dengan Belanda. Lembaga ini ingin memberikan pengetahuan dan wawasan tentang kondisi sosial ekonomi dan perkembangannya melalui jalur budaya.

    DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.