Konser The Fray di Jakarta Mendadak Dibatalkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Grup musik The Fray. iamfan.com

    Grup musik The Fray. iamfan.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kekecewaan jelas melanda para pemegang tiket konser kelompok musik The Fray yang berencana manggung di Istora Senayan, Jakarta, Selasa, 6 November 2012. Sebab promotor konser, yaitu Trilogy Live, pada Senin, 5 November mengumumkan pembatalan konser band asal Denver, Colorado, Amerika Serikat itu.

    "Konser The Fray batal karena masalah transit di Indonesia," tulis akun @trilogylive sekitar pukul 10.00 WIB lalu. Trilogy siap menanggung ganti rugi dari seluruh pemegang tiket. Proses refund bisa dimulai sejak Rabu, 7 November 2012.

    Belum ada keterangan lebih jelas apa alasan transit yang membatalkan kedatangan Isaac Slade (vokal, piano), Joe King (gitar), Dave Welsh (gitar) dan Ben Wysocki (drum), sehari sebelum konser di Jakarta. Akun @trilogylive hanya mencantumkan nomor telepon yang dipakai untuk proses refund.

    The Fray adalah band yang menggunakan piano sebagai instrumen utama dalam lagu-lagu mereka. Banyak dari lagu-lagu mereka menjadi theme song serial hit seperti One Tree Hills, Beverly Hills 90210, Criminal Minds, Vampires Diares, The Hills, hingga Smalville.

    Tak hanya serial, The Fray pun acap mengisi soundtrack film seperti Transformer dan The Lucky One. Sejak dibentuk 2002, The Fray sudah menelurkan tiga album. Dua single utama di album terbarunya sudah dirilis sejak 2011, yaitu Syndicate dan Run For Your Live. Pada konsernya di Indonesia, promotor membanderol tiket seharga Rp 550 ribu dan tribun Rp 450 ribu.


    DIANING SARI

    Berita Terpopuler
    Lee Seung Gi Malam Ini Hibur Jakarta

    Kurang Interaksi, Konser Creed Tetap Seru

    Creed, Konser Berbalut Karaoke

    Demi Creed, Ribuan Penonton Antre di Gandaria City

    Beginilah Jatuh-Bangun Creed di Dunia Musik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.