6 November, The Fray Konser di Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Grup musik The Fray. zimbio.com

    Grup musik The Fray. zimbio.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Penggemar serial Grey's Anatomy pasti mengenal lagu How to Save a Life yang mengiringi pembukaan awal serial tentang kinerja para dokter. Penyanyinya adalah The Fray, sebuah band asal Denver Colorado. Kini, band yang digawangi oleh Isaac Slade (vokal, piano), Joe King (lead guitar), Dave Welsh (rhythm guitar), dan Ben Wysocki (drum) akan mengunjungi Indonesia. Tepatnya di Istora Senayan, Jakarta, pada 6 November 2012.

    Menurut situs Trilogylive, penyelenggara konser, Jakarta termasuk salah satu kota dalam tur album terakhir mereka, Scars and Stories.

    The Fray adalah band yang menggunakan piano sebagai instrumen utama dalam lagu-lagu mereka. Banyak lagu-lagu mereka menjadi theme song serial-serial hit, seperti One Tree Hills, Beverly Hills 90210, Criminal Minds, Vampires Diares, The Hills, hingga smalville.

    Tak hanya serial, The Fray pun acap mengisi soundtrack film seperti Transformer dan The Lucky one. Sejak dibentuk 2002, The Fray sudah menelurkan tiga album. Dua single utama di album terbaru sudah dirilis sejak 2011, yaitu Syndicate dan Run For Your live.

    Bagi yang belum mendapatkan tiket, masih tersedia untuk kategori festival Rp 550 ribu dan tribun Rp 450 ribu. Tiket bisa diperoleh di situs trilogylive.com. Siapa yang ingin mendengar lagu You Found Me atau Never Say Never, sila klik tautan tersebut.

    DIANING SARI

    Berita Lain:
    Gempa 5,8 SR Guncang Ende
    Serbuan di Pos Penjagaan, 28 Serdadu Suriah Tewas
    Jamsostek Mengaku Pernah Diperas Anggota Dewan
    SBY Jadi Anggota The Gunners
    Melatih Imajinasi Anak dengan Pancake


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.