Profil Keke Tumbuan, Pemeran Ade Irma Suryani

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keke Tumbuan. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Keke Tumbuan. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta -- Popularitas Keke Tumbuan memang tidak sebesar kedua orang tuanya, aktris Rima Melati dan Frans Tumbuan. Keke pun tidak sepopuler kakaknya, Aditya Tumbuan, yang pernah menikahi model Alin Aditia.

    Tamat sekolah dasar, Keke langsung terbang ke Belanda dan melanjutkan sekolah di International School of The Haque. Tidak heran jika tidak banyak orang yang mengenal Keke sebagai Ade Irma Suryani di film G30S/PKI. Padahal film tersebut begitu terkenal dan laris.

    Setelah itu, Keke melanjutkan pendidikan di Rietveld Academy (Art Academy) dan berlabuh di Foto Akademia Amsterdam. Total selama 12 tahun Keke berada di Belanda, tanah kelahiran ayahnya.

    Pada 2001, Keke pulang ke Indonesia dan magang di Miles Production milik sutradara Mira Lesmana. Saat itu, Keke mengakui direkomendasikan banyak orang untuk belajar film di rumah produksi yang mencetuskan bangkitnya film Indonesia itu. “Saat itu, Miles satu-satu PH yang sedang mencuat dan sedang membuat film Petualangan Sherina,” kata Keke mulai bercerita.

    Menawarkan diri bekerja apa pun, akhirnya Keke didapuk menjadi fotografer untuk film Ada Apa Dengan Cinta, yang melambungkan nama Dian Sastro. Ketika terlibat di film box office itu, Keke mulai belajar dan banyak bertanya bagaimana membuat sebuah film. "Aku yang enggak sekolah film jadi tahu sedikit," kata gadis kelahiran Jakarta, 17 September 1978 ini.

    Pada 2007, keberuntungan datang kepada Keke. Saat itu, Miles dan Kalyana Film--PH milik sutradara Nia Dinata--didapuk menjadi produser oleh sebuah produk sabun mandi. Kedua sutradara ini disuruh memilih seorang wanita yang belum pernah membuat film dan diberikan naskah untuk menyutradarai sebuah film pendek tentang kekuatan wanita. Keke terpilih dari sekian banyak perempuan, dan dia membuat film pendek berdurasi 10 menit bertajuk The Big Day, yang diperankan oleh Tamara Blezinsky.

    Berbeda dengan kedua orang tuanya yang tampil di depan layar, Keke justru memilih di belakang layar. Gadis ini mengaku tidak nyaman menjadi seorang aktris. “Aku enggak bisa harus berakting menjadi orang lain, disorot kamera, dan ditonton banyak orang. Dari awal, aku memang tidak tertarik untuk menjadi aktris atau pemain utama di film,” kata Keke, yang mengaku hingga kini banyak yang menawarinya main film.

    ALIA FATHIYAH

    Berita lain:

    Edisi Khusus Film Pengkhianatan G 30 S/PKI
    G30S, Soekarno Bersembunyi di Halim dan Bogor
    Cerita Anak Jenderal D.I. Panjaitan Soal G30S/PKI
    Film Pengkhianatan G30S/PKI, Propaganda Berhasilkah?

    Saat G30S, Bung Karno Teradang Kepungan Tentara

    Kekuatan Film Pengkhianatan G30S/PKI Luar Biasa


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.