Film Pengkhianatan G30S Bikin Ayu Dewi Nangis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ayu Dewi. TEMPO/Prih Prawesti F.

    Ayu Dewi. TEMPO/Prih Prawesti F.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presenter Ayu Dewi menceritakan masa kecilnya saat film Pengkhianatan G-30S/PKI diputar di TVRI sejak 1984 sampai 1998. Ia selalu meneteskan air mata ketika menonton film garapan Arifin C. Noer itu.

    "Saya selalu sedih dan nangis. Ingetnya pas adegan Kapten (Pierre) Tendean bilang, ‘Saya Jenderal Nasution’," kata Ayu kepada Tempo saat ditemui di studio RCTI, Jakarta, Jumat, 28 September 2012.

    Adegan itu dilanjutkan dengan tewasnya Ade Irma, anak Jenderal Nasution, akibat penembakan membabi buta di rumah jenderal. "Pokoknya jadi nangis kalau diinget-inget lagi," ujarnya mengenang.

    Presenter yang kerap tampil kocak ini mengaku rutin menonton film itu setiap tahun. Bila sudah menjelang malam, pada 30 September, ia dan keluarga bersiap-siap berada di depan televisi.

    Lantaran tak pernah ditayangkan kembali, Ayu berharap, di setiap sekolah wajib diadakan tur mengunjungi monumen atau museum tentang peristiwa itu. Tujuannya agar generasi muda lebih menghormati para pahlawan revolusi yang telah gugur.

    Menurut Ayu, meskipun film yang disutradarai Arifin C. Noer ini masih berujung kontroversi, setidaknya ada hal positif yang bisa diambil pemerintah Republik Indonesia dari peristiwa itu. "Pemerintah harus lebih antisipasi sama pemberontakan. Bagaimana semua bisa solid? Enggak ada komunitas tertentu yang dilecehkan," kata Ayu.

    YAZIR FAROUK


    Baca juga:
    Edisi Khusus Gerakan 30 September

    Film Pengkhianatan PKI, Propaganda Berhasilkah?

    Kekuatan Film Pengkhianatan G 30 S/PKI Luar Biasa

    Sosok ''Dalang'' G30S PKI

    Film Pengkhianatan G 30 S/PKI, Dicerca dan Dipuji


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.