Eko Patrio Gelar Audisi Mencari Lupus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Eko Patrio. TEMPO/Ramdani

    Eko Patrio. TEMPO/Ramdani

    TEMPO.CO, Jakarta - Di era 90-an, sosok Lupus menjadi pujaan kawula muda. Berawal dari cerita novel yang dikarang oleh Hilman Hariwijaya, Lupus pernah diangkat ke layar lebar, yang dimainkan oleh almarhum Ryan Hidayat.

    Kini, pelawak Eko Patrio mencoba menghidupkan kembali sosok yang identik dengan permen karet itu ke layar lebar. Agar bisa pas dengan Lupus di novel, anggota DPR ini menggelar audisi memakai bendera Komando Pictures.

    "Cari pemeran Lupus itu susah banget setelah (almarhum) Ryan Hidayat. Jadi kita cari bakat-bakat baru," kata Eko dalam jumpa persnya di Warung Komando, kawasan Tebet, Jakarta, Senin, 10 September 2012.

    Audisinya sendiri akan digelar di enam kota di Indonesia. Eko dan timnya akan berkeliling mulai dari Kota Medan (17 September 2012), Makassar (21 September 2012), Surabaya (27 September 2012), Yogyakarta (1 Oktober 2012), Bandung (6 Oktober 2012), dan berakhir di Jakarta (10-11 Oktober 2012).

    Sementara peran yang bakal diaudisikan ada tiga tokoh, yaitu Lupus, Lulu (adik Lupus), dan Gusur (sahabat Lupus). "Tapi, kalau di jalan kita menemukan karakter untuk tokoh lainnya, ya kita ambil," ujar suami artis Viona Rosalina ini.

    Eko mengatakan proses syuting baru akan dimulai pada November 2012 dan direncanakan tayang Februari tahun depan. "Jadi pas banget kita rilisnya saat perayaan hari Valentine," kata ayah tiga anak ini.

    Sebagai produser, Eko mempercayakan penyutradaraan pada Beny Setyawan, yang berhasil membuat film Bukan Cinta Biasa. Sedangkan skenario tetap dipegang oleh sang penciptanya, Hilman Hariwijaya.

    YAZIR FARAOUK

    Berita Lain:
    Bom Meledak di Kompleks Militer Suriah
    Al Hashemi Tuding Sidang Hukuman Mati Palsu
    Pasukan Mali Bunuh 16 Warga Sipil
    Kim Hye-sook, Perjuangan Pembelot Korea Utara (3)


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.