Pandji Minta Maaf Soal Guyonan Cimeng SBY

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panji Pragiwaksono. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Panji Pragiwaksono. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pembawa acara Pandji Pragiwaksono siang tadi membuat heboh dengan pernyataannya bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah ‘nyimeng’. Kini Pandji pun mengklarifikasi ucapannya serta meminta maaf bila ada yang tersinggung.

    “Jadi hari ini ramai karena pernyataan saya yang dikutip oleh detik.com yaitu ‘Jangankan saya, Obama saja mengaku pernah nyimeng. Bahkan saya yakin, SBY itu pasti juga pernah menghisap ganja’. Ini klarifikasi saya, pertama kaitannya dengan pernyataan saya yang jadi judul detik ‘Semua orang pernah nyimeng, saya yakin SBY juga’, seperti yang anda baca, di dalam beritanya sendiri tidak ada kutipan dari saya yang mengatakan ‘Semua orang pernah nyimeng..’,” tulis Pandji Pragiwaksono dalam blog pribadinya www.Pandji.com, Rabu, 07 Desember 2011.

    Pandji pun saat membaca berita tersebut merasa ada yang mengganjal, karena Pandji tidak merasa pernah mengatakan bahwa semua orang pernah nyimeng. “Seingat saya yang saya katakan adalah banyak banget orang yang pernah nyimeng,” jelas Pandji.

    Namun, Pandji pun merasa percuma mengklarifikasi hal tersebut karena hal tersebut telah menjadi berita dan banyak dibicarakan publik. “Tapi setidaknya kalian tahu versi saya,” ungkap Pandji.

    Ketika ucapannya tentang presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Pandji pun mengatakan hal tersebut murni hanya untuk candaan. “Bagi saya adalah sangat lucu apabila ada yang menganggap itu ucapan atau tuduhan yang serius saya lontarkan,” tuturnya.

    Dengan terjadinya hal tersebut Pandji pun meminta maaf atas bercandaannya. “Ucapan itu tidak serius, maka sebaiknya jangan ditanggapi serius. Kalau dirasa becandaan saya melampaui batas, maka dengan ini saya menyatakan permohonan maaf. Kadang kita tidak akan pernah tahu di mana garis batas hingga kita melanggarnya. Sekarang saya tahu di mana batasnya," kata Pandji dalam tulisan di blog pribadinya.

    SYIFA JUNITA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.