SBY: Lima Elang Cara Terbaik Perkenalkan Pramuka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (kiri) didampingi Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono. ANTARA/Ampelsa

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (kiri) didampingi Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono. ANTARA/Ampelsa

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Negara Ani Yudhoyono menonton film anak-anak berjudul Lima Elang di Blitzmegaplex, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis sore, 8 September 2011.

    Ikut serta anggota keluarga lainnya diantaranya putra pertamanya Agus Harimurti dan istrinya Anisa Pohan yang membawa anaknya Aira, serta putra keduanya Edhie Baskoro Yudhoyono.

    Beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu II turut mendampingi seperti Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Jero Wacik, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Menteri Pendidikan M. Nuh, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.

    Usai film, SBY sempat memberi komentar singkat mengenai film tersebut. "Saya ingin film ini bisa memotivasi memberikan inspirasi kepada anak-anak kita pramuka itu penting untuk pendidikan watak, keterampilan, keberanian kemudian jelalajah medan. Saya ingin generasi muda disamping cerdas juga berkarakter bagus,"ujarnya.

    Ia menambahkan, "Ini cara yang paling baik memperkenalkan pramuka dan juga untuk mengajak mereka bergabung ke pramuka,"kata dia.

    Film berdurasi 88 menit ini bercerita tentang petualangan lima anggota pramuka yang mengikuti perkemahan besar tingkat kwartir daerah menjadi awal terkumpulnya lima anak Pramuka dengan beragam karakter. Mereka disatukan dalam sebuah regu bernama Regu Elang. Regu yang diketuai Rusdi itu terdiri atas Baron; Anton (Teuku Rizky), si gembul yang ahli api; Aldi (Bastian Bintang), si kecil yang temperamental; dan satu-satunya perempuan, Sindai (Monica Sayangbati) yang bongsor.

    Menurut Rudi, dijadikannya kegiatan Pramuka sebagai latar film ini bukan tanpa alasan. Ia ingin menyuguhkan kembali kegiatan Pramuka yang kini mulai dilupakan para siswa sekolah. Boleh dibilang, film ini dimaksudkan sebagai kado ulang tahun ke-50 (tahun emas) Gerakan Pramuka. "Film itu memang merupakan kerja sama Kwartir Nasional Pramuka dengan SBO Films," katanya.

    MUNAWWAROH
     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.