15 Penulis Terpilih Akan Tampil di Ubud Writers Festival  

Reporter

Editor

Aroma Terasi

TEMPO Interaktif, Denpasar - Sejumlah 15 penulis Indonesia terpilih untuk tampil di ajang Ubud Writers and Readers Festival (UWRF). Mereka yang lolos dalam proses kurasi itu akan diundang untuk mengikuti UWRF 2011 pada 5-9 Oktober mendatang di Ubud, Bali.

“Mereka berasal dari berbagai daerah di nusantara. Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, serta NTB. Semua terwakili dalam jajaran para penulis terpilih ini,” ujar Manajer Pengembangan Komunitas UWRF Kadek Purnami, Jumat, 3 Juni 2011.

Para penulis itu adalah Alan Malingi (Bima/NTB), Arafat Nur (Aceh), Aulia Nurul Adzkia (Ciamis), Budy Utamy (Riau), Fitri Yani (Bandar Lampung), Ida Ahdiah (Tangerang), Irianto Ibrahim (Kendari), Pinto Anugrah (Padang), Ragdi F. Daye (Padang), Rida Fitria (Lumajang), Sandy Firly (Banjarmasin), Sanie B. Kuncoro (Solo), Saut Poltak Tambunan (Jakarta), Satmoko Budi Santoso (Yogyakarta), dan Wahyudin (Banten).

Para penulis ini dipilih dalam sidang Dewan Kurator UWRF 2011 yang berlangsung di Sanur akhir Mei lalu. Dewan Kurator beranggotakan empat penulis senior, yaitu Kurnia Effendi (Jakarta), Iyut Fitra (Payakumbuh), Dorothea Rosa Herliany (Magelang), dan Made Adnyana Ole (Bali).

“Para penulis terpilih ini telah mencerminkan prinsip kenusantaraan karena mereka berasal dari daerah serta latar budaya yang beragam. Karya-karya mereka pun beragam bentuknya, ada yang menulis puisi, ada yang menulis novel, esai, cerpen, dan juga naskah drama,” ujar Kurnia Effendi.

Beragam karya itu terinspirasi dari banyak hal, di antaranya kekayaan cerita daerah dari tanah kelahirannya, eksplorasi kehidupan dan tantangan yang dialami para buruh migran Indonesia di luar negeri.

Keragaman latar belakang penulis, bentuk karya dan tema ini, menurut Iyut Fitra, akan memungkinkan terjadinya diskusi dan tukar pikiran yang hangat saat para penulis terpilih ini berkumpul di Ubud. “Semoga pertukaran ide dan dialog yang terjadi selama UWRF 2011 akan saling menginspirasi para penulis dan tentunya makin meneguhkan jalinan kebangsaan kita,” ujarnya.

Dorothea Rosa Herliany meminta pihak panitia UWRF untuk lebih memberikan perhatian kepada wilayah timur Indonesia, seperti Maluku dan Papua, yang tidak terwakili dalam jajaran para penulis terpilih kali ini. Menurut dia, perlu dipikirkan langkah-langkah tambahan untuk memperkenalkan UWRF ke wilayah timur serta untuk mendorong partisipasi para penulis di wilayah tersebut..

Kadek Purnami mengungkapkan bahwa para penulis terpilih itu diseleksi dari sekitar 235 penulis yang telah mengajukan karya-karyanya ke panitia UWRF 2011. “Tahun ini jumlah penulis yang mengikuti seleksi memang meningkat luar biasa. Tahun lalu ada 105 penulis yang mengikuti proses seleksi,” ujarnya.

Para penulis yang mengirim karyanya untuk proses seleksi tahun ini berasal dari 60 kota di Indonesia. “Ini menunjukkan bahwa memasuki tahun kedelapan, UWRF telah berhasil menjadi salah satu ajang kesusastraan yang paling dikenal di Indonesia,” ujarnya.

Para penulis terpilih akan diterbangkan ke Ubud untuk menghadiri UWRF 2011. Selain itu, karya-karya terpilih mereka akan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan diterbitkan dalam antologi bersama festival.

Sejak 2008, UWRF telah menerbitkan tiga antologi bilingual yang menghimpun karya-karya para penulis terpilih Indonesia. Antologi pertama berjudul Reasons for Harmony, kedua berjudul Compassion and Solidarity, dan ketiga berjudul Harmony in Diversity. Buku-buku ini telah dikirim ke berbagai universitas dan pusat penulisan di luar negeri untuk lebih memperkenalkan sastra Indonesia ke tataran global.

Seluruh proses seleksi dan partisipasi penulis Indonesia terpilih serta penerbitan antologi dibiayai bersama oleh UWRF dan Hivos, sebuah lembaga nirlaba asal Belanda yang memajukan upaya-upaya demokratisasi dan pembangunan masyarakat sipil di negara-negara berkembang.

UWRF diselenggarakan pertama kali pada 2004. Kini, telah berkembang menjadi salah satu festival sastra terbesar di dunia. Fatimah Bhutto, penyair yang juga cucu mendiang PM Pakistan Zulfikar Ali Bhutto, memuji UWRF sebagai festival sastra terbaik di dunia.

Tahun ini, UWRF akan mengangkat tema "Nandurin Karang Awak" / Cultivate The Land Within yang terinspirasi oleh puisi tradisional karya mendiang Ida Pedanda Made Sidemen, pendeta-pujangga terbesar Bali di abad ke-20.

ROFIQI HASAN







Cerita di Balik Hari Sejarah Nasional Setiap 14 Desember

45 hari lalu

Cerita di Balik Hari Sejarah Nasional Setiap 14 Desember

14 Desember sebagai Hari Sejarah Nasional merujuk pada tanggal dimulainya Seminar Sejarah Nasional 1957 di Yogyakarta.


Mas Dhito Gelar Seminar Kebangsaan untuk Milenial

15 November 2022

Mas Dhito Gelar Seminar Kebangsaan untuk Milenial

Pemkab Kediri berupaya menyiapkan kaum milenial siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.


Seminar Huawei di SUTD Hubungkan Talenta Digital ASEAN dan Singapura

4 September 2022

Seminar Huawei di SUTD Hubungkan Talenta Digital ASEAN dan Singapura

Seminar Huawei itu bertujuan membantu peserta mempelajari pengembangan karir di masa depan di bidang teknologi, serta mendorong kewirausahaan.


Anies Baswedan Bicara Integrasi Nasional di Seminar APPSI Bengkulu

20 Juni 2022

Anies Baswedan Bicara Integrasi Nasional di Seminar APPSI Bengkulu

Anies Baswedan membuka acara Seminar Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia di Gedung Raya Semarak, Bengkulu.


IoT Creation 2022 Cari 100 Solusi Karya Anak Negeri

12 April 2022

IoT Creation 2022 Cari 100 Solusi Karya Anak Negeri

IoT secara khusus akan menyelesaikan masalah yang spesifik, bukan solusi yang umum secara keseluruhan.


Beredar Perkom KPK Soal Perjalanan Dinas, Kini Biaya Ditanggung Penyelenggara

8 Agustus 2021

Beredar Perkom KPK Soal Perjalanan Dinas, Kini Biaya Ditanggung Penyelenggara

Pada revisi perkom KPK Nomor 6 Tahun 2021 tentang Perjalanan Dinas yang beredar ada sejumlah perubahan penanggung biaya perjalanan dinas


Bangun Hubungan Perdagangan, KBRI Manila Buat Seminar Daring

28 Juli 2021

Bangun Hubungan Perdagangan, KBRI Manila Buat Seminar Daring

KBRI Manila mencoba memperkuat hubungan bidang ekonomi dan perdagangan dengan Filipina dengan membuat seminar online.


Era New Normal, Webinar Berbayar Semakin Laris Manis

17 Juni 2020

Era New Normal, Webinar Berbayar Semakin Laris Manis

Masyarakat semakin rajin ikut seminar virtual alias webinar. Banyak orang yang semakin tidak masalah merogoh kocek lebih demi ikut webinar.


IPB Gelar Seminar Hasil Ekspedisi Batas Negeri

24 Februari 2020

IPB Gelar Seminar Hasil Ekspedisi Batas Negeri

Ekspedisi Batas Negeri merupakan program eksplorasi keanekaragaman hayati dan sosial budaya wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar di Indonesia oleh Uni Konservasi Fauna Institut Pertanian Bogor yang bekerjasama dengan TNI AL


Potensi Kerja Sama Baru Indonesia - Rusia

20 Februari 2020

Potensi Kerja Sama Baru Indonesia - Rusia

Meski hubungan diplomatik Indonesia - Rusia sudah berusia 70 tahun, namun kerja sama masih banyak yang bisa dikembangkan.