Rinrin Marinka, Koki Mungil Penggemar Tinju

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Yosep Arkian

    TEMPO/Yosep Arkian

    TEMPO Interaktif, Jangan pernah takut bereksperimen dalam memasak. Hal itu menjadi salah satu tip yang ditulis oleh Rinrin Marinka, 31 tahun, dalam bukunya, Fantastic Cooking. Ia mengaku sudah hobi berkecimpung di dapur sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Aneka bahan makanan yang ada biasa ia campur sekenanya. Hasilnya? "Kalau tidak gosong, ya, kuenya jadi bantat," kata dara kelahiran 22 Maret 1980 itu diiringi derai tawa.

    Tapi Rinrin tak pernah kapok. Kelak, hobi memasak itu amat berguna saat ia melanjutkan sekolah di Australia. Di sela mempelajari bidang desain di Jurusan Art & Design KvB Institute di Sydney, ia biasa mengisi waktunya dengan memasak. Bahkan, ketika sekolahnya di bidang desain telah rampung, ia memperpanjang tinggal di Negeri Kanguru dengan bersekolah di Le Cordon Bleu Sydney selama hampir dua tahun. Banyak orang menganggap ini sekolah terbaik di dunia untuk belajar masak-memasak.

    Rinrin merasa tak ada yang salah dengan keputusannya itu. Memasak baginya merupakan salah satu bentuk seni. Sebagai seniman, kata penyuka parfum Lovely dari Jessica Sarah Parker itu, seorang koki atau chef harus mampu mengeksplorasi untuk membuat makanan yang lengkap sehingga bisa dinikmati secara rasa dan visual. "Kepribadian seseorang bisa dilihat dari cara masak dan menyajikan makanan di piring dan meja," ujarnya.

    Jika dilihat sekilas dari keahlian memasak dan tubuhnya yang mungil, orang akan mengira ia pribadi yang "rapuh". Siapa sangka dengan tinggi badannya yang cuma 158 sentimeter dan berat 48 kilogram, pemilik nama asli Maria Irene Susanto ini, adalah penggemar olahraga ekstrim. Berbagai macam olahraga yang biasa digeluti kaum lelaki, seperti menyelam, arung jeram, paralayang, panjat dinding, hingga tinju, sudah pernah dicobanya. Oleh karena itu, meski sekilas tampak lembut dan seksi, sejatinya Rinrin bisa amat tegas dalam bersikap.

    Selain dipenuhi buku-buku tentang memasak, perpustakaan penthouse pribadinya di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, juga menyimpan buku sastra karya William Shakespeare, hingga Harry Potter dan Eragon. Selain itu, Rinrin juga menyimpan boneka lelaki setengah badan yang terbuat dari karet. "Itu pengganti samsak kalau aku latihan bertinju," ujarnya. Meski penggemar olahraga maskulin, Rinrin menyiasatinya agar tetap bisa terlihat feminin. Warna pink pun jadi pilihannya. Mulai sarung tinju, celemek, hingga gagang peralatan untuk memasak semuanya berwarna merah muda.

    Kiprah Rinrin di dunia kuliner di Tanah Air melejit saat ia membawakan acara Cooking in Paradise di Trans7. Sebelumnya, ia telah menjadi pembawa acara Sendok Garpu di JakTV. Dalam acara di Trans7, Rinrin ditantang untuk membuat masakan dari bahan-bahan ala kadarnya yang ditemui selama berpetualang di daerah yang ia kunjungi. Karena kegiatan memasak lebih sering di alam terbuka, mau tak mau busana yang dikenakannya harus disesuaikan dengan cuaca yang panas.

    Dari situlah muncul stigma terhadap Rinrin sebagai sexy chef , seperti halnya Farah Quinn yang memandu Ala Chef di TransTV. "Enggaklah, kami berbeda, kok. Jadi, jangan dibandingkan," ujarnya.
    Rinrin punya obsesi suatu hari nanti bisa menciptakan modifikasi menu Nusantara dan membawanya ke dunia internasional sebagai ciri khas Indonesia. "Misalnya, hasil eksperimen saya, oncom bebek atau mi abon dengan kualitas rasa internasional," tuturnya.

    Sebelum mengasuh acara masak, Rinrin sempat membuka kafe pada 2005. Kafe itu bernama Warung Telur Ceplok dan terletak di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan. Harga menu yang dijualnya tergolong murah, berkisar Rp 20-35 ribu. Namun, karena keliru menerapkan konsep pemasaran, warungnya hanya bertahan 1,5 tahun.

    Selain mengasuh acara masak dan menjadi juri dalam acara MasterChef Indonesia, Rinrin menjadi pengajar tamu di Pantry Magic Cooking School, Kemang. Dalam waktu dekat, ia juga akan membuka sekolah atau tempat kursus sendiri di Jalan Hasyim Asyari. Namanya "R Kitchen". "Ruangan kelas masih dalam penataan tahap akhir," ujarnya.
    SUDRAJAT


    Biodata:
    Nama: Maria Irene Susanto (Rinrin Marinka)
    Kelahiran: Jakarta, 22 Maret 1980

    Pendidikan:
    SD-SMP Gandhi International School, Jakarta, Indonesia
    SMU Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang
    Jurusan Art & Design KvB Institute, Sydney, Australia (1998-1999)
    Visual Communication kajian utama Fashion Design di KvB Institute (1999-2002)
    Le Cordon Bleu, Sydney, Australia (2002-2004)

    Acara TV:
    Kuis Rezeki Ramadhan SaSa di Trans7
    Selebrita Siang di Trans7
    Selamat Pagi di Trans7
    Cooking in Paradise di Trans7
    Sendok Garpu di JakTV
    Sisi Kota untuk TVN
    Dunia Laki-laki di JakTV
    MasterChef Indonesia di RCTI
    Film Bunian (pemeran utama), produksi Merah Putih Production di Sydney, Australia

    Mengajar:
    Pantry Magic Cooking School, Kemang (pengajar tamu)

    Buku:
    Fantastic Cooking, Gramedia, Maret 2011


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.