Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Rumah Bersejarah Kolonel Soerachmad Dihancurkan  

image-gnews
Rumah bersejarah peninggalan Kolonel Soerahmad di Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur. TEMPO/HARI TRI WASONO
Rumah bersejarah peninggalan Kolonel Soerahmad di Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur. TEMPO/HARI TRI WASONO
Iklan
TEMPO Interaktif, Kediri - Rumah peninggalan Kolonel Soerachmad di Jalan KDP Slamet Kota Kediri, Jawa Timur, yang sangat bersejarah itu benar-benar dirobohkan. Pagi ini genteng rumah yang bersebelahan dengan gereja merah mulai diturunkan.

Meski masih menjadi polemik, pemilik rumah yang baru Alwi Muhammad Mubarok memutuskan merobohkan rumah itu. Beberapa pekerja tampak menurunkan genteng bagian utara rumah induk yang bersebelahan dengan Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Immanuel.

Dari pantauan Tempo, penurunan genteng ini dilakukan setelah pengosongan rumah induk selesai sekitar pukul 10.30 WIB. Menggunakan pick up, barang-barang pribadi pendiri Komando Distrik Militer itu diangkut keluar rumah. "Saya hanya pekerja di sini. Maaf, wartawan tak boleh masuk," kata Lama, seorang pemuda berusia sekitar 30 tahun kepada Tempo yang mencoba memasuki halaman rumah, Kamis 14 April.

Hingga saat ini sejumlah pekerja masih menurunkan atap rumah sebelum dibongkar. Rencananya rumah bersejarah itu akan disulap menjadi lapangan futsal, cuci mobil, kafe, dan apartemen. Ahli waris menjual rumah itu kepada seorang investor dengan nilai Rp 5 miliar.

Pembongkaran itu dikecam keras sejumlah budayawan Kediri. Bardi Agan, salah satu pemerhati cagar budaya yang juga dosen Universitas Nusantara PGRI Kediri mengatakan rumah tersebut dalam status pengusulan menjadi cagar budaya oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan. "Harusnya tak boleh ada yang mengutak-atik sebelum proses itu selesai," katanya.

Pembongkaran ini juga dituding sebagai perilaku barbar terhadap benda bersejarah, dimana rumah itu berdekatan dengan gereja merah yang telah ditetapkan menjadi cagar budaya. Ini juga menunjukkan ketidakmampuan Pemerintah Kota Kediri untuk melindungi rumah bersejarah yang ada. Apalagi pemerintah sempat berencana menjadikan rumah itu sebagai museum perjuangan pada 2000.

Kabag Humas Pemkot Tri Krisminarko menyatakan tak bisa berbuat apa-apa atas pembongkaran ini. Sebab ahli waris telah menandatangani akta jual beli kepada pemilik yang baru. "Itu hak ahli waris," katanya.

Kalangan pekerja media di Kediri juga kurang antusias karena beberapa hari menjelang penghancuran kabarnya ada gerakan “serangan fajar” terhadap pekerja pers. “Kok jadi sepi ya pemberitaan soal rumah itu,” kata Dona, salah seorang warga Kediri pecinta sejarah. “Semoga bukan karena terbeli.”

HARI TRI WASONO

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Proyek Properti Bermasalah dan Ancaman Warisan Budaya di Yogya

27 September 2017

Spanduk penduduk menolak proyek apartemen di Yogyakarta.
Proyek Properti Bermasalah dan Ancaman Warisan Budaya di Yogya

Pegiat Warga Berdaya, Elanto Wijoyono menyebut Pemerintah Kota Yogyakarta abai dan tak tegas menerapkan aturan.


Eksploitasi Batu Bata Kuno Majapahit Sudah Lama Terjadi

19 April 2017

Penggalian Lahan Rusak Bangunan Situs Zaman Majapahit. TEMPO/Ishomuddin
Eksploitasi Batu Bata Kuno Majapahit Sudah Lama Terjadi

Sudah lama eksploitasi batu bata kuno dari bangunan peninggalan zaman Majapahit yang terpendam dalam tanah di Kawasan Cagar Budaya Nasional Trowulan.


Markas Radio Bung Tomo Dirobohkan, PT Jayanata: Sudah Rapuh  

20 Juni 2016

Polrestabes Surabaya gelar identifikasi di eks markas radio Bung Tomo, Rabu, 11 Mei 2016. TEMPO/MOHAMMAD SYARRAFAH
Markas Radio Bung Tomo Dirobohkan, PT Jayanata: Sudah Rapuh  

Bos PT Jayanata Kosmetika Prima, Beng Jayanata, mengatakan bangunan cagar budaya eks markas radio Bung Tomo sudah rapuh sehingga dirobohkan.


Polisi Serahkan Penyelidikan Eks Markas Bung Tomo ke Pemkot

17 Juni 2016

Polrestabes Surabaya gelar identifikasi di eks markas radio Bung Tomo, Rabu, 11 Mei 2016. TEMPO/MOHAMMAD SYARRAFAH
Polisi Serahkan Penyelidikan Eks Markas Bung Tomo ke Pemkot

Hasil penyelidikan akan diserahkan kepada PPNS yang merupakan gabungan dari Satpol PP dan Disbudpar Pemerintah Kota Surabaya.


Markas Radio Bung Tomo, DPRD Akan Panggil Paksa Bos Jayanata  

11 Juni 2016

Jalan Mawar nomor 10 Surabaya bekas tempat siaran Radio Pemberontakan Bung Tomo yang sudah dirombak, rata dengan tanah. Senin, 3 Mei 2016. (MOHAMMAD SYARRAFAH)
Markas Radio Bung Tomo, DPRD Akan Panggil Paksa Bos Jayanata  

Selama tiga kali dengar pendapat membahas perobohan bangunan cagar budaya itu, Beng Jayanata tidak mau datang.


Pemkot Surabaya akan Rekonstruksi Eks Markas Radio Bung Tomo

19 Mei 2016

Polrestabes Surabaya gelar identifikasi di eks markas radio Bung Tomo, Rabu, 11 Mei 2016. TEMPO/MOHAMMAD SYARRAFAH
Pemkot Surabaya akan Rekonstruksi Eks Markas Radio Bung Tomo

Menurut Wiwiek, meski bangunan aslinya sudah dihancurkan,
bangunan hasil rekonstruksi masih bernilai sejarah.


Polisi Bentuk Tim Selidiki Perobohan Markas Radio Bung Tomo

13 Mei 2016

Polrestabes Surabaya gelar identifikasi di eks markas radio Bung Tomo, Rabu, 11 Mei 2016. TEMPO/MOHAMMAD SYARRAFAH
Polisi Bentuk Tim Selidiki Perobohan Markas Radio Bung Tomo

Tim pertama berfokus pada sejarah bangunan yang ditetapkan sebagai cagar budaya. Sedangkan tim kedua menyelidiki perusakannya.


Ini Hasil Penelitian Cagar Budaya Soal Eks Markas Bung Tomo

10 Mei 2016

Jalan Mawar nomor 10 Surabaya bekas tempat siaran Radio Pemberontakan Bung Tomo yang sudah dirombak, rata dengan tanah. Senin, 3 Mei 2016. (MOHAMMAD SYARRAFAH)
Ini Hasil Penelitian Cagar Budaya Soal Eks Markas Bung Tomo

"Bisa saja itu dikembalikan seperti asalnya jika Pemkot Surabaya bersedia mencari semua bahan bangunan itu sama persis dengan asalnya."


Usut Perobohan Markas Radio Bung Tomo, Bos PT Jayanata Absen

10 Mei 2016

Puing-puing rumah cagar budaya tempat siaran Radio Pemberontakan Bung Tomo yang di rombak, 3 Mei 2016. TEMPO/MOHAMMAD SYARRAFAH
Usut Perobohan Markas Radio Bung Tomo, Bos PT Jayanata Absen

DPRD Surabaya berang karena PT Jayanata hanya mengirim utusan yang tidak paham persoalan.


Atraksi di Candi, Pemerintah Kirimi Surat Komunitas Parkour

14 April 2016

Seorang warga Palestina menunjukan aksi parkour saat sesi latihan di Beit Lahiya, Gaza, 2 September 2015. Pemuda Palestina belajar tentang olahraga dari film, media sosial dan YouTube. AP/ Khalil Hamra
Atraksi di Candi, Pemerintah Kirimi Surat Komunitas Parkour

Atlet dan kameramen mengklaim spontan.