Perupa Indonesia Berjaya di Lelang Christie's Hong Kong

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Apocalyptic Channel

    Apocalyptic Channel

    TEMPO Interaktif, Hong Kong - Karya I Nyoman Masriadi dari Indonesia dan Ronald Ventura dari Filipina memastikan posisinya sebagai bintang-bintang pasar seni rupa kontemporer Asia Tenggara dalam pelelangan Southeast Asian Modern and Contemporary Art oleh Christie’s di Hong Kong pada Senin (29/11) lalu.

    Lukisan cat minyak surealise Ventura, "Apocalyptic Channel" (2010), terjual dengan harga US$ 116 ribu atau sekitar Rp 1 miliar, tiga kali lipat dari perkiraan. Adapun dua karya Masriadi, "Harley Girl" (2000) dan "Trombone" (2010), masing-masing terjual dua kali lipat dari perkiraan, yakni Rp 1,1 miliar lebih dan Rp 2,5 miliar lebih. Total penjualan dalam pelelangan ini mencapai HK$ 56,7 juta lebih atau hampir Rp 66 miliar.

    Pertarungan panas dalam tawar menawar di ruang penjualan dan lewat telepon dan internet terjadi saat para penawar memperebutkan karya-karya perupa Indonesia, yakni Andy Dewantoro, Eko Nugroho, Yuli Prayitno, Wedhar Riyadi, Nano Warsono dan Erica Hestu Wahyuni serta Gabriel Barredo dari Filipina. Wahyuni mencetak rekor baru ketika karyanya, "Great African Safari" (2010), terjual dua kali lipat dari perkiraan harga tertinggi, yakni hampir Rp 290 juta.

    Selain itu, lukisan "Balinese Legend" (1929) karya Walter Spies mencetak rekor baru untuk sang artis dengan terjual sekitar Rp 19,6 miliar. Ini hampir dua kali lipat dari penjualan "Javanese Returning Home" karya Spies pada 2008 yang mencapai Rp 10,8 miliar lebih.

    Artinfo


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.