Deddy Mizwar, Jadi Ustad Karena Film

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tempo/Yosep Arkian

    Tempo/Yosep Arkian

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Sejak nyemplung di dunia seni peran 40 tahun silam, Deddy Mizwar merasakan berkah. Bukan hanya ketenaran, tapi juga pengakuan sebagai "ustad" dari masyarakat. Ia menceritakan kejadian unik dan membingungkan yang dialaminya sepekan yang lalu saat berada di ruang tunggu Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

    Saat itu ia hendak bertolak ke Semarang untuk acara nonton bersama Alangkah Lucunya (Negeri Ini) bersama bank yang mensponsori film itu. Tiba-tiba seorang pria berjubah dan bersorban putih berpenampilan bak habib mendatanginya. Pria itu akan berangkat ke Banjarmasin.

    "Dia bilang kita harus tawadu, begini... begini... begini...," kata Deddy. Tiba-tiba dia meraih tangan Deddy dan mengatakan, "Doakan saya, doakan saya, biar saya istiqomah dalam beragama."

    Menurut Deddy, pengalaman seperti ini sudah kerap ditemuinya. "Gue bukan ulama, tapi orang cium tangan gue," ujarnya. Aksi cium tangan penggemarnya dimulai sejak ia berperan sebagai Sunan Kalijaga. "Kalau saya ke Jawa, semua cium tangan," ia mengatakan.

    ISTIQOMATUL HAYATI | AKBAR TRI KURNIAWAN


    BIODATA

    NAMA
    Deddy Mizwar

    LAHIR
    Jakarta, 5 Maret 1955

    ISTRI
    Giselawaty Wiranegara

    PENDIDIKAN

    SMEA (SAA) Tunas Bangsa, lulus 1974
    Institut Kesenian Jakarta, (4 semester) 1980-1982

    PEKERJAAN

    Pemain teater, aktor, sutradara, produser

    ORGANISASI

    l Anggota Dewan Kesenian Jakarta 1994-1998
    l Wakil Sekretaris Jenderal Parfi 1980-1985
    l Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi Parfi 2006-2010
    l Anggota Badan Pertimbangan Perfilman Indonesia (BP2N) 2004-2007
    l Ketua BP2N 2007-sekarang

    FILMOGRAFI
    62 film dan 30 sinetron, di antaranya:
    l Alangkah Lucunya (Negeri Ini)
    l Nagabonar Jadi 2
    l Ketika
    l Kiamat Sudah Dekat
    l Para Pencari Tuhan

    PENGHARGAAN

    Meraih 37 penghargaan, di antaranya:
    l Pemeran Utama Pria Terbaik Indonesia Movie Awards 2008
    l Sutradara Terbaik Jakarta International Film Festival 2007
    l Pemeran Utama Terbaik Festival Film Indonesia 2007
    l Sutradara Terbaik Pilihan Dewan Juri Festival Film Indonesia 2007
    l Piala Citra untuk Peran Pembantu Pria dalam Festival Film Indonesia 1992
    l Piala Citra untuk Peran Utama Pria dalam Festival Film Indonesia 1987
    l Piala Citra untuk Peran Utama dan Pembantu Pria dalam Festival Film Indonesia 1986
    l Aktor Terbaik Festival Teater se-DKI 1975
    l


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.