Disangsikan Jadi Menteri Pertahanan, Prabowo: Apa Tampang Saya, Muka Kudeta?

Reporter

Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kedua kanan), Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (ketiga kanan), Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (kedua kiri), Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri) dan KASAD Jenderal TNI Andika Perkasa (kanan) berdialog dengan prajurit TNI secara virtual ketika memimpin upacara HUT ke-75 TNI di Istana Negara Jakarta, Senin, 5 Oktober 2020. Pada peringatan HUT ke-75 TNI, Presiden Joko Widodo mendukung transformasi organisasi TNI harus selalu dilakukan dengan dinamika lingkungan strategis sesuai dengan dinamika ancaman dan perkembangan teknologi militer. ANTARA FOTO/Biro Pers/Lukas/handout

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengungkapkan alasannya mau menerima tawaran Presiden Jokowi berkoalisi dan akhirnya terlibat di kabinet, tak lama setelah Pemilu Presiden 2019. Prabowo menuturkan, ia dan Jokowi memiliki tujuan sama, yakni mengabdi untuk Indonesia.

"Kalau sama-sama mengabdi untuk Merah Putih kok harus jadi lawan. Saya belajar dari sejarah," kata dia saat menjadi tamu di podcast Deddy Corbuzier yang ditayangkan di kanal Youtubenya, Ahad, 13 Juni 2021. 

Ia menuturkan, banyak yang memiliki anggapan salah mengenai sebuah pertarungan. Prabowo merasa tidak mengerti dengan pola pikir pendukungnya dan pendukung Jokowi saat Pemilu lalu yang menuntut kompetisi itu bersifat abadi.  "Bagi saya, rival dalam kompetisi, apa harus jadi lawan," katanya.

Seperti halnya kompetisi di sekolah, ada yang menang dan kalah. "Apa harus gebuk-gebukan? Menurut saya itu IQ yang rendah," katanya. 

Prabowo menjelaskan, ada tiga pelajaran sejarah yang mengajarkannya tentang pengabdian. Pertama, ia belajar dari kisah panglima samurai Toyotomi Hideyoshi dan Tokugawa. Mereka berperang tapi kemudian berunding untuk bersatu demi Jepang. 

Ekspresi Presiden Joko Widodo (kanan) saat bersalaman dengan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu, 13 Juni 2019. Kedua kontestan dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 lalu ini bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus dan selanjutnya naik MRT dan diakhiri dengan makan siang bersama. Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

Kedua, kata Prabowo, ia belajar dari kisah Presiden Amerika Serikat, Abraham Lincoln. "Dia memilih lawannya bernama William H. Seward, lawannya selama 20 tahun untuk menjadi Sekretaris Negara. Pilihan ini membuat Seward kaget lantaran mengetahui Lincoln tak menyukainya, begitu juga dirinya. "Tapi aku tahu bahwa kamu mencintai negara Amerika dan aku juga, Jadi kenapa kita enggak mengabdi untuk Amerika Serikat," kata Prabowo mengisahkan. 

Terakhir, Prabowo juga belajar dari Mao Zedong. Saat Kuomintang kalah, Mao justru memilih salah satu jenderal Kuomintang untuk menjadi wakil presidennmya. "Dia datang ke Mao Zedong, 'saya kan membunuh banyak orang Anda.' Mao Zedong bilang, 'jangan lihat masa lalu. Ayo kita besarkan Tiongkok yang baru'," tutur Prabowo. 

Mantan suami Titiek Soeharto itu mengakui ia memang kecewa ketika dua kali kalah melawan Jokowi dalam pemilihan presiden. "Kecewa pasti ada, manusia. Tapi kita komitmennya untuk Merah Putih," ucapnya. 

Prabowo pun mengakui, orang di lingkaran Presiden Jokowi pasti tak sepakat dia ditarik di dalam kabinet. "Bahaya. Nanti dia kudeta lagi. Muka gue, muka kudeta kali ya," ucapnya sambil tertawa lepas. 

Baca juga: Aksi Jahil Prabowo Pergoki Asistennya yang Tertidur Saat Rapat






Survei PWS Sebut Elektabilitas Prabowo Ungguli Ganjar dan Anies

3 jam lalu

Survei PWS Sebut Elektabilitas Prabowo Ungguli Ganjar dan Anies

Sharazani mengatakan naiknya elektabilitas Prabowo dipengaruhi beberapa alasan.


Muzani Bilang HUT ke-15 Gerindra Digelar Sederhana, Tak Undang Jokowi

3 jam lalu

Muzani Bilang HUT ke-15 Gerindra Digelar Sederhana, Tak Undang Jokowi

Muzani menegaskan, terbatasnya ruang aula kantor pusat Gerindra itu tak memungkinkan untuk mengundang banyak tamu.


Proses Penentuan Capres Cawapres Koalisi Gerindra dan PKB Terus Berjalan

4 jam lalu

Proses Penentuan Capres Cawapres Koalisi Gerindra dan PKB Terus Berjalan

Jazilul menyebut PKB dan Gerindra sudah satu suara memenangkan Pilpres 2024.


Gerindra Rayakan HUT ke-15 Besok, Politikus PKB Belum Tahu Diundang atau Tidak

6 jam lalu

Gerindra Rayakan HUT ke-15 Besok, Politikus PKB Belum Tahu Diundang atau Tidak

Partai Gerindra bakal merayakan hari jadinya ke-15 tahun di Kantor DPP Gerindra, Jakarta Selatan.


Sekber Gerindra dan PKB Bakal Dibentuk hingga Tingkat Kabupaten dan Kota

7 jam lalu

Sekber Gerindra dan PKB Bakal Dibentuk hingga Tingkat Kabupaten dan Kota

Muzani membantah saat ini Gerindra - PKB juga sedang tahap menjajaki kemungkinan memperbesar koalisi dengan Partai Nasdem.


Anies Baswedan dan AHY Kompak Nonton Bareng Konser Dewa 19 di JIS

12 jam lalu

Anies Baswedan dan AHY Kompak Nonton Bareng Konser Dewa 19 di JIS

Anies Baswedan tampak hadir bersama AHY dalam konser Dewa 19 yang digelar di JIS pada Sabtu malam kemarin. Prabowo juga tampak hadir.


Profil Sudirman Said Ketua Tim Anies Baswedan di Pilpres 2024, Mantan Menteri ESDM Jokowi

16 jam lalu

Profil Sudirman Said Ketua Tim Anies Baswedan di Pilpres 2024, Mantan Menteri ESDM Jokowi

Sudirman Said menjadi Ketua Tim Kecil yang menyiapkan Koalisi Perubahan untuk menyokong Anies Baswedan dalam Pilpres 2024. Ini profilnya.


Bertemu Menhan Hulusi di Ankara, Prabowo: RI-Turki Punya Sejarah Panjang

1 hari lalu

Bertemu Menhan Hulusi di Ankara, Prabowo: RI-Turki Punya Sejarah Panjang

Prabowo menyinggung soal sejarah panjang antara Indonesia dan Turki saat bertemu dengan Menteri Pertahanan Nasional Republik Turki Hulusi Akar.


Prabowo dan Menhan Hulusi Sepakati Recana Aksi Kerja Sama Pertahanan RI-Turki

1 hari lalu

Prabowo dan Menhan Hulusi Sepakati Recana Aksi Kerja Sama Pertahanan RI-Turki

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Menhan Turki Hulusi Akar, di Bakanlklar, Ankara, Turki, Jumat, 3 Februari 2022.


Soal Capres dan Cawapres KIR, PKB: Diumumkan Sebelum Ramadan

1 hari lalu

Soal Capres dan Cawapres KIR, PKB: Diumumkan Sebelum Ramadan

Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menyebutkan capres dan cawapres yang diusung Koalisi Indonesia Raya (KIR) rencananya akan diumumkan sebelum Ramadan.