Gubernur Khofifah Gendong Bayi 18 Hari Anak Awak Kapal KRI Nanggala-402

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggendong bayi berusia 18 hari putra Sertu Elektro Komunikasi Rusdiansyah Rahman yang bertugas sebagai juru pompa di KRI Nanggala 402. Instagram

    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggendong bayi berusia 18 hari putra Sertu Elektro Komunikasi Rusdiansyah Rahman yang bertugas sebagai juru pompa di KRI Nanggala 402. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu awak kapal selam KRI Nanggala-402 yang tenggelam, Sersan Satu Elektro Komunikasi Rusdiansyah Rahman meninggalkan bayi yang baru berusia 18 hari. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggendong bayi itu yang telah kehilangan ayahnya yang menjadi salah satu korban tenggelamnya kapal selam, KRI Nanggala-402 pada Sabtu, 24 April 2021. 

    "Bayi yang saya gendong ini baru berusia 18 hari namun sudah ditinggal sang ayah, Sersan Satu Elektro Komunikasi Rusdiansyah Rahman yang bertugas sebagai juru pompa di kapal selam KRI Nanggala-402," tulisnya pada keterangan foto yang diunggahnya, Senin, 26 April 2021. 

    Foto yang mengharukan ini memancing 1.300an netizen memberikan doa dan harapannya kepada bayi laki-laki yang belum sempat lama mengenal ayahnya ini. "Kamu kelak pasti bangga memiliki ayah hebat nak...," tulis @fitri_trianeka_fita. "Sehat selalu dedek bayi..," tulis @ida_syah. "Kuat ya Nak," tulis @pipit_mau_ria. 

    Khofifah sendiri juga menuliskan harapannya untuk bayi hebat ini. "Doa terbaik, semoga kelak ananda Elzayn Virendra Rahman menjadi anak yang sholeh, cerdas, membanggakan keluarga, dan berguna bagi agama, nusa, dan bangsa. Dan untuk sang ayah, InsyaAllah semoga husnul khatimah. Aamiin ya rabbal alamin," tulisnya. 

    Kapal selam KRI Nanggala-402 yang membawa 53 tentara dinyatakan hilang pada Rabu, 21 April 2021. Setelah dilakukan pencarian dengan bantuan armada kapal dari berbagai negara, ditemukan tenggelam di kedalaman 838 meter di Laut Bali. Kapal itu terbelah menjadi tiga bagian. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memastikan 53 prajurit TNI AL itu gugur dalam tugasnya menjaga lautan Indonesia. 

    Baca juga: Tabah Sampai Akhir, Kru KRI Nanggala-402 Koor Lagu Sampai Jumpa Endank Soekamti


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.