Hari Kartini, Najwa Shihab Bantu Perempuan Produksi Pembalut Ramah Lingkungan

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Najwa Shihab. Foto: Instagram

    Najwa Shihab. Foto: Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Wartawan dan pendiri Narasi TV, Najwa Shihab memperingati Hari Kartini dengan cara berbeda. Dia memperlilhatkan aksi nyata membantu sesama perempuan dalam memproduksi pembalut ramah lingkungan berbahan kain bagi penduduk desa.

    "Hari Kartini. Saya mau berbagi perihal isu perempuan yang penting tapi jarang dibicarakan secara terbuka, pembalut menstruasi," tulis Najwa Shihab di Instagram pada Rabu, 21 April 2021. "Sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dari kepemilikan tubuh perempuan. Sesuatu yang mau tidak mau memengaruhi beban rumah tangga."

    Langkah ini bermula dari pesan Beranda Perempuan. Komunitas itu prihatin dan ingin membantu sesama perempuan yang tidak dapat membeli pembalut sekali pakai. "Mungkin bagi sebagian kita, pembalut tidak pernah menjadi kendala. Tapi tidak demikian halnya dengan perempuan di berbagai pelosok negeri. Seperti di desa terpencil di Desa Pulau Raman, Batanghari, Jambi. Tujuh dari sepuluh perempuan muda tidak mampu membeli pembalut," tulisnya.

    Tidak sendiri, Najwa Shihab dan Beranda Perempuan bekerja sama dengan Biyung Indonesia, komunitas yang berkomitmen memberikan informasi tentang kesehatan reproduksi dan menstruasi. Dengan adanya kolaborasi ini, mereka memberdayakan dan memberikan pelatihan untuk para perempuan di Desa Raman agar dapat membuat sendiri pembalut kain.

    Perempuan membuat pembalut dari kain yang dapat digunakan berulang kali. Foto: Instagram Najwa Shihab

    "Kami ingin perempuan di Desa Pulau Raman tak hanya menerima bantuan berupa pembalut kain, tapi mendapat pembekalan agar dapat memproduksi pembalut sendiri. Menciptakan kebaikan yang berkelanjutan," tulis Najwa Shihab.

    Masing-masing perempuan dapat memproduksi 3 sampi 4 pembalut kain setiap harinya. Selama beberapa pekan berlngsung, terkumpul 5.000 pembalut kain yang akan disalurkan ke tempat yang membutuhkan. "Terbekali keahlian baru, mereka lalu menularkan manfaat dengan memproduksi pembalut kain yang akan didistribusikan tidak hanya di Desa Raman Jambi, tapi juga ke kelompok rentan di beberapa daerah lain," tulisnya.

    Kegiatan ini menjadi bukti nyata atas kepedulian dan komitmen mereka, perempuan bantu perempuan. "Keputusan mempersembahkan pembalut kain yang ramah lingkungan dan bisa dipakai berulang ini adalah simbol komitmen cinta kasih. Bentuk perhatian terhadap kebutuhan intim perempuan yang ditabukan, dihindari diungkapkan dalam ruang-ruang publik," tulis Najwa Shihab

    Najwa Shihab tidak setuju jika perempuan dianggap lemah karena menstruasi. Menurut dia, datang bulan merupakan pembuktian dari kehebatan perempuan. "Ada kesungkanan untuk mengakui siklus jasmani alamiah perempuan. Dianggaplah menstruasi sebagai kelemahan yang kodrati. Padahal, bila darah, lara, dan luka adalah pertanda kegagahan dan kejantanan, maka adalah suratan perempuan hidup di dalamnya, ditempa olehnya. Kelebihan Kartini adalah kelebihan perempuan Indonesia. Mereka yang perkasa didera lara, dan tak pernah pupus dalam sifat tulus. Selamat Hari Kartini," tulisnya.

    Baca juga:
    Najwa Shihab Dukung Penuh Perempuan Terjun ke Dunia Politik


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.