Film Jangan Sendirian Bidik Pecinta Thriller Asia dan Eropa

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Film Jangan Sendirian. Foto: Instagram jangansendirian.movie

    Film Jangan Sendirian. Foto: Instagram jangansendirian.movie

    TEMPO.CO, Yogyakarta- Sutradara Wijanarko alias X.Jo mengatakan film bergenre horror thriller Jangan Sendirian tak hanya akan membidik pasar nasional. "Film ini juga akan ditayangkan serentak di bioskop lima negara ASEAN mulai 8 April 2021," ujar X.Jo saat menghadiri gala premiere film Jangan Sendirian di Kota Yogyakarta, Sabtu petang 27 Maret 2021.

    Negara ASEAN yang dia maksud adalah Malaysia, Singapura, Brunei Darussalm, dan Kamboja. Film Jangan Sendirian dibintangi Robby Sugara, Agatha Valerie, David John Schaap, Jasi Michelie Tumbel, dan Henry Boboy. Di Indonesia, film Jangan Sendirian akan diputar mulai 1 April 2021 bersamaan dengan dibukanya kembali aktivitas bioskop Tanah Air.

    X.Jo menuturkan, pasar luar negeri bisa menerima film yang sebagian besar syutingnya mengambil lokasi di Yogyakarta itu karena menampilkan konsep film horor cukup berbeda. Dalam film Jangan Sendirian, penonton tak lagi menemukan hantu khas Indonesia seperti pocong, jaelangkung, kuntilanak, atau genderuwo.

    Tiada pula alur film horor yang biasanya berupa teror hantu, diawali dari seseorang atau kelompok yang datang ke rumah kosong, kuburan, atau tempat angker sejenisnya. X.Jo membongkar dan membalik paradigma itu. Terorlah yang mendatangi orang-orang saat mereka sedang beraktivitas.

    ADVERTISEMENT

    Pemain dan kru film Jangan Sendirian (TEMPO/Pribadi Wicaksono)

    Baca juga:
    Sebab Orang Suka Hal Berbau Horor dan Mistis

    Contoh, ketika berada di kantor, tempat hiburan, fasilitas umum, hingga ranah privat. Bentuk teror berupa iblis yang menjelma dalam beragam profesi. "Jadi penonton seolah merasakan sendiri bagaimana rasanya diteror, bukan melihat orang lain yang diteror," ujar sutradara yang sempat menggarap film Sultan Agung bersama Hanung Bramantyo itu.

    Executive Producer Film Jangan Sendirian Aji Fauzi menambahkan, sebenarnya tak hanya penonton di negara ASEAN yang dibidik dalam pendistribusin film ini. Ada pula pasar Eropa dan Asia Pasifik juga berminat untuk memutar film tersebut. "Hanya saja untuk segmen pasar di luar ASEAN, perlu ada sedikit peningkatan efek karena mereka sangat memperhatikan kualitas gambar," katanya.

    Pemutaran film Jangan Sendirian semestinya berlangsung pada Maret 2020. Namun penayangannya tertunda karena pandemi Covid-19. Film Jangan Sendirian digarap sejak Maret 2019 dan mengambil sedikitnya sebelas latar lokasi di Yogyakarta. Di antaranya kawasan objek wisata dataran tinggi Kaliurang hingga Hutan Wanagama.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...