Novia Kolopaking Kembali Berakting Setelah 20 Tahun Vakum

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Novia Kolopaking (ANTARA)

    Novia Kolopaking (ANTARA)

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktris dan penyanyi Novia Kolopaking kembali berakting dengan terlibat dalam film Terima Kasih Emak Terima Kasih Abah (TETA) setelah 20 tahun vakum dari dunia hiburan.

    Pemain sinetron 1990-an itu mengatakan alasannya kembali ke dunia akting lantaran pernah berjanji pada sutradara Dedi Setiadi akan menerima tawaran bermain film jika dia yang mengajak.

    "Saya kembali karena saya janji, kalau yang ngajak om Dedi saya mau. Karena om Dedi yang ngajak saya. Setelah ini enggak ada yang tahu karena saya ngikutin perjalanan yang diberikan Allah untuk saya," kata Novia dalam jumpa pers film TETA di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2020.

    Novia mengatakan selama vakum banyak tawaran main sinetron yang datang. Hanya saja dia merasa belum ada yang di hati.Penyanyi yang juga istri Budayawan Emha Ainun Najib, Novia Kolopaking. ANTARA/Teresia May

    "Ada, cuma ya itu tadi karena belum ada yang bisa menggerakkan hati saya ya, karena memang konsentrasi saya di rumah karena anak, sampai Cak Nun mendorong-dorong saya, 'diterima saja'. Tapi saya bilang nanti dulu," kata pelantun Asmara itu.

    "Kalau saya balik lagi, saya harus menemui atau minimal sama lah kayak saya merasa mendapat kebahagiaan bersama anak-anak di rumah," lanjut pemain sinetron 1 Kakak 7 Keponakan ini.

    Meski vakum dari dunia akting, Novia tidak benar-benar berhenti menyanyi. Dia kerap mendampingi Cak Nun bernyanyi di beberapa negara.

    "Kalau dengan komunitas saya terus, tetap. Dengan nyanyi saya mendampingi Cak Nun di 26 negara, lewat Kiai Kanjeng itu saya masih tapi bersama suami," ujar Novia Kolopaking.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.