Soal Penyiraman, Novel Baswedan: Backing Gue Allah SWT

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik senior KPK Novel Baswedan, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, 20 Juni 2019. Novel Baswedan, diperiksa penyidik dari Polda Metro Jaya dan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) sebagai saksi terkait kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. TEMPO/Imam Sukamto

    Penyidik senior KPK Novel Baswedan, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, 20 Juni 2019. Novel Baswedan, diperiksa penyidik dari Polda Metro Jaya dan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) sebagai saksi terkait kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik KPK, Novel Baswedan menyatakan ia memiliki backing sehingga berani menegakkan kebenaran. "Backing gue Allah SWT," kata Novel dalam podcast di kanal Youtube Deddy Corbuzier yang tayang pada Kamis, 21 November 2019.

    Pernyataan Novel ini menjawab pertanyaan Deddy soal berbagai penyerangan yang dialami oleh penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi ini. Deddy pun terkesima dengan keberanian Novel.

    Sebelumnya, Deddy bertanya soal dampak yang terjadi kepada anak dan istri Novel atas keberaniannya menegakkan kebenaran dan tidak gentar dengan segala ancaman yang menimpanya. Novel pun menjelaskan, ia melakukan pendekatan agama untuk menenangkan keluarganya.

    "Yang saya jelaskan perspektif agama, orang jujur untuk berbuat menjaga integritas," ujarnya. Ketika bertemu keadaan, Novel menuturkan, perlu keberanian untuk jujur. Dalam situasi apapun, termasuk kondisi yang membahayakan, ia tetap berani jujur karena dekat dengan Tuhan.

    Sudah dua tahun Novel menunggu tindakan hukum atas kasus penyerangan yang menimpa dirinya. Namun, hingga saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka atas kasusnya. Kapolri Jenderal Idham Azis pun menyatakan mengungkap kasus Novel ini sama susahnya dengan tewasnya mahasiswa Universitas, Akseyna Ahmad Dori yang hingga kini belum terungkap.

    Bahkan, saat ini Novel dituduh menyebarkan kabar bohong mengenai kondisi matanya, ia pun dilaporkan ke polisi oleh Politikus Dewi Tanjung.

    Novel tidak mau banyak menanggapi atas tuduhan Dewi tersebut, menurutnya tuduhan yang dibuat oleh Dewi merupakan pengalihan isu. "Saya enggak mau tanggapi orang ini, saya mau ingatkan kasus saya harus diungkap. Semakin lama semakin membuat orang berani berbuat seperti itu (penyerangan) lagi. Itu bahaya sangat berbahaya," tutur Novel.

    Penyidik KPK ini, terus memperjuangkan agar kasusnya terungkap, ia ingin tidak ada lagi kejadian seperti dirinya terjadi. "Di KPK lebih dari 10 kasus serangan enggak diungkap, saksinya banyak, dipublikasikan, dilaporkan, tidak ada yang ketangkap, ini yang mengkhawatirkan," ujar Novel.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!