Bangun Filosofi Kopi dari Nol, Karyawan Rio Dewanto 100 Orang

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rio Dewanto bermain dalam film baru garapan Andibachtiar Yusuf

    Rio Dewanto bermain dalam film baru garapan Andibachtiar Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta -  Aktor Rio Dewanto membangun bisnis kopi Filosofi Kopi bersama kawan-kawannya. Bisnis ini awalnya dari film yang ia bintangi, yang diangkat dari buku Filosofi Kopi karya Dewi Lestari.

    Hingga saat ini, Filosofi Kopi sudah membuka tiga gerainya yang berada di Jakarta, Yogyakarta, dan Semarang. Rio berencana membuka cabang barunya di Kota Makassar. "Dalam kurun waktu dekat ini," ujar Rio di M Bloc, Minggu, 3 November 2019.

    Rio menuturkan, gerai kopinya tersebut berawal dari kolaborasi antar banyak pihak. Di awal bisnis kopi ini, ia hanya memiliki delapan karyawan, namun dalam waktu empat tahun sudah dapat merekrut hingga 100 orang pekerja.

    Dalam mengembangkan bisnis kopinya, Rio mengatakan melakukan riset yang dalam. "Di Filosofi Kopi kami selalu mencoba mengenal keunggulan dan budaya suatu daerah, jadi itu yang bikin lama proses kreatif kami," ujar Rio.

    Suami dari Atiqah Hasiholan ini, mengatakan dari riset mendalam tersebut, pengunjung Filosofi Kopi akan merasakan pengalaman yang berbeda dari tiap produk yang ditawarkan tiap gerai Filosofi Kopi. Dalam berbinis, Rio menjalaninya dengan hasrat yang begitu tinggisehingga ia dapat menuai kesuksesan seperti saat ini.

    "Menurut saya berbisnis dengan passion itu perlu, ketika saya menjalani bisnis dengan passion, saya lebih ikhlas menghadapi yang terjadi," tutur Rio.

    Rio mengaku, sebelumnya ia bukanlah penggiat kopi. Namun, semakin ia belajar dan mendalami produk kopi dan bisnisnya, ia merasa sudah menjadi bagian dari hidupnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.