Selasa, 24 September 2019

Lagi Tertimpa Masalah, Abdul Somad Bicara Soal Sahabat

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abdul Somad memberikan keterangan dalam konferensi pers setelah bertemu bertemu dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), di gedung MUI, Jakarta, Rabu, 21 Januari 2019. Atas ceramahnya itu, Somad telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Komunitas Horas Bangso Batak. TEMPO/Subekti

    Abdul Somad memberikan keterangan dalam konferensi pers setelah bertemu bertemu dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), di gedung MUI, Jakarta, Rabu, 21 Januari 2019. Atas ceramahnya itu, Somad telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Komunitas Horas Bangso Batak. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendakwah Abdul Somad berbicara soal sahabat di akun Instagramnya. Unggahannya ini sejatinya milik Ali Gomaa, doktor ahli hukum Islam dan tokoh masyarakat Islam. Abdul mengunggah gambar tangkapan layar dengan huruf Arab di akun Instagramnya pada Rabu, 21 Agustus 2019.

    Jika melihat keterangan di bawahnya, cerita soal sahabat itu juga bukan murni milik Ali Gomaa tapi buah pikiran Imam Syafi’i. “Aku berteman dengan banyak orang. Kusangka tanganku sudah penuh. Ketika aku sedang diuji, kudapati sahabat-sahabatku, seperti masa dalam tipuan, tak tersisa walau seorang,” tulis pendakwah yang biasa disebut UAS ini.

    Abdul Somad saat ini menjadi bahan pembicaraan paling kencang setelah ceramahnya tiga tahun lalu menyinggung soal salib. Pengajar di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau ini kemudian dilaporkan oleh berbagai pihak ke Polda Metro Jaya, Polda NTT, hingga Badan Reserse Kriminal Polri.

    Dalam unggahannya, Somad menambahkan, saat ia menghilang, orang yang terjahat pun akan datang dan mencaci makinya. “Ketika aku sakit, orang terbaik pun tak menjenguk.”

    Ia menuturkan, saat mereka melihatnya dalam kebaikan, “Kebahagiaanku menyusahkan hati mereka.”

    Sayangnya, unggahan ini dia matikan kolom komentar sehingga tidak diketahui reaksi netizen. Unggahan ini disukai lebih dari 49 ribu netizen.

    Pada hari yang sama dengan unggahannya ini, ia juga mendatangi kantor Majelis Ulama Indonesia. Ia mengklarifikasi ceramahnya yang dinilai melukai hati umat Kristiani. Ia mengatakan ceramah itu dilakukan di tengah komunitas Islam, di dalam masjid dan membahas kaidah Islam. Karenanya, UAS menolak meminta maaf.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.