Berpenghasilan Tinggi, MUI Ingatkan Raffi Ahmad Bayar Zakat Mal

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raffi Ahmad bersama Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, saat pertemuan membahas tayangan Fesbuker di Kantor Pusat MUI. TEMPO/Chitra Paramaesti.

    Raffi Ahmad bersama Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, saat pertemuan membahas tayangan Fesbuker di Kantor Pusat MUI. TEMPO/Chitra Paramaesti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Usai pertemuan membahas tayangan Pesbukers di Kantor Pusat Majelis Ulama Indonesia, pendapatan Raffi Ahmad turut disinggung Wakil Sekretaris Jendral MUI Nadjamuddin Ramly.

    Nadjamuddin membahas soal pendapatan Raffi Ahmad kala mereka berfoto bersama. "Raffi nih penghasilannya bisa Rp 500 juta per hari, jangan lupa bayar zakat mal, biar berkah," ujar Nadjamuddin, Rabu, 30 Mei 2019.

    Mendengar nominal yang disebutkan oleh Nadjamuddin, Raffi pun membantah soal penghasilannya. "Haha enggak nyampe segitu pak," ucap Raffi.

    Saat ini, lini bisnis Raffi Ahmad dan pasangannya Nagita Slavina merambah ke berbagai bidang. Seperti di dunia hiburan mereka memiliki rumah produksi RA Pictures, juga Rans Music untuk label musik dan menggandeng musikus ternama.

    Raffi Ahmad dan Nagita Slavina juga memiliki beberapa usaha kuliner yang disukai oleh masyarakat. Sebut saja Bakmi RN yang cabangnya sudah tersebar di beberapa kota, kemudian Aa Raffi Fried Chiken, yang baru saja buka outlet di Kota Mataram.

    Selain itu, Raffi Ahmad juga mencoba peruntungan di bisnis fesyen, dia memiliki merek RA Jeans. Dia menawarkan fesyen kekinian dengan harga yang ramah di kantong masyarakat. Beberapa artis pun terlihat juga menggunakan produk fesyen yang dibuat oleh Raffi Ahmad ini.

    Baca juga: Raffi Ahmad Minta Maaf Setelah MUI Protes Program Pesbukers

    CHITRA PARAMAESTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.