Masa Tenang, Ganjar Pranowo Bikin Sayembara Unik

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ganjar Pranowo. Instagram/@ganjar_pranowo

    Ganjar Pranowo. Instagram/@ganjar_pranowo

    TEMPO.CO, Jakarta -  Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengadakan sayembara merancang ide kreatif pemanfaatan atribut kampanye di masa tenang. Pada Minggu, 14 April 2019, Ganjar Pranowo berkeliling sepeda motor ikut membersihkan atribut kampanye yang tersebar di wilayahnya. 

    Ganjar Pranowo mengumumkan sayembara itu lewat video yang diunggahnya di akun Instagramnya, Minggu, 14 April 2019. "Hari ini sudah masuk hari tenang, semua atribut kampanye kita copoti bersama-sama. Nah, dari pada setelahnya tidak digunakan, maka saya buat lomba," kata dia.

    Baca: Definisi Bahagia Ala Ganjar Pranowo: Baju Semotif dengan Serbet

    Bahan-bahan alat kampanye yang digunakan, kata Ganjar, kebanyakan terbuat dari plastik dan merupakan sampah yang sulit untuk teruai. Oleh karena itu, dia menyiapkan hadiah Rp 20 juta, untuk orang-orang yang dapat menyulap sampah baliho kampanye menjadi produk yang berguna. "Uang ini akan dibagi ke 10 pemenang ide kreatif pemanfaatan atribut kampanye itu."

    Ganjar tidak membatasi bentuk produk yang dihasilkan dari sampah baliho tersebut. Syaratnya, ujar dia, bisa bermanfaat untuk masyarakat. "Silahkan membuat kreasi dari atribut yang ada. Kriteria penilaian berdasarkan fungsi, kekuatan produk, dan reduplikasi," kata Ganjar.

    Nantinya, dari produk daur ulang yang terpilih, karyanya akan dipajang di Instagram Ganjar Pranowo. Ganjar Pranowo menunggu para insan kreatif untuk mengirimkan hasil karyanya ke rumah dinas Gubernur Jawa Tengah, Jalan Gubernur Boediono nomor 8, Gajah Mungkur, Semarang, Jawa Tengah. "Saya tunggu sampai minggu depan, 22 April 2019," kata Ganjar Pranowo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.