Aktif di Penjara, Saipul Jamil Jadi Guru Tari dan Vokal

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terpidana sekaligus artis Saipul Jamil tampil dalam peringatan HUT RI ke-73 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, Jakarta Timur, Jumat, 17 Agustus 2018. Pedangdut yang akrab disapa Bang Ipul itu menyanyikan sebuah lagu untuk menghibur ratusan penghuni lapas. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Terpidana sekaligus artis Saipul Jamil tampil dalam peringatan HUT RI ke-73 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, Jakarta Timur, Jumat, 17 Agustus 2018. Pedangdut yang akrab disapa Bang Ipul itu menyanyikan sebuah lagu untuk menghibur ratusan penghuni lapas. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, JakartaSaipul Jamil hampir 3 tahun mendekam di penjara. Mantan suami Dewi Perssik itu dihukum atas kasus pencabulan anak di bawah umur dan upaya suap terhadap oknum panitera pengadilan.

    Dedi Junaedi, pengacara Saipul Jamil, mengatakan kliennya dalam kondisi baik. Penjara tidak menghentikan aktivitas kesenian Ipul. "Dia jadi guru tari di dalem. Dengan vokal juga ya," kata Dedi, di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin, 21 Januari 2019.

    Dedi Junaedi sempat menyebut Saipul Jamil bakal bebas dari dua atau tiga bulan ke depan. Ia mengklaim putusan Peninjauan Kembali (PK) yang dikeluarkan Mahkamah Agung (MA) terkait pencabulan, menyatakan vonis yang berlaku untuk kliennya adalah yang dikeluarkan Pengadilan Negeri (PN), yakni 3 tahun penjara.

    Baca: Video Call Saipul Jamil dan Seorang Pria Viral Pengacara: Hoaks

    Namun pernyataan tim pengacara Saipul Jamil dipatahkan oleh pihak MA. Abdullah, Humas MA, mengatakan upaya PK Saipul Jamil ditolak. Dengan demikian, vonis yang berlaku adalah yang dikeluarkan Pengadilan Tinggi (PT), yakn 5 tahun penjara. "Permohonan PK ditolak, tidak bisa diartikan lain," kata Abdullah, di kantornya, Senin petang.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.