Ello Rilis Single Baru, Sindiran untuk Netizen Nyinyir

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Marcello Tahitoe alias Ello. tabloidbintang.com

    Penyanyi Marcello Tahitoe alias Ello. tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Marcello Tahitoe, 35 tahun, alias Ello merilis single anyar berjudul Sampah-sampah Dunia Maya. Lagu ini mengisahkan kegelisahan Ello terhadap fenomena netizen yang merasa paling tahu dan paling benar saat membahas beragam isu, dari politik sampai gosip artis.

    Banyak yang kaget saat Ello mengusung isu sosial di lagu terbarunya. Namun Ello punya alasan sendiri.

    "Saya justru berpikir bagaimana menyuarakan isi hati. Kebetulan, apa yang mengendap di hati saya saat ini dialami juga oleh banyak orang di luar sana. Kalau saya tidak merasakan dampaknya, saya tidak mungkin mencurahkannya ke dalam lagu," kata Ello dalam wawancara empat mata dengan tabloidbintang.com di Jakarta, belum lama ini.

    Ello mengingat, pada 2015 dan 2016, ia rajin berselancar ke dunia maya termasuk ke Instagram dan Facebook. Melihat opini netizen terhadap isu tertentu membuatnya gerah. Marcello Tahitoe alias Ello. TEMPO/Nurdiansah

    Dalam hati ia berpikir, netizen seolah tahu betul permasalahan politik suatu bangsa. Mayoritas komentar mereka tidak menawarkan solusi positif, hanya mengkritik dan mencela.

    Ello berpendapat alangkah baiknya kalau kritik itu disampaikan dengan santun. Daripada mencela dan menghakimi, lebih baik memberi kritik yang membangun.

    Baca: Ello Direhabilitasi, Aurelie Moeremans Tetap Setia  

    "Di media sosial, orang bisa menjadi siapa saja dan tiba-tiba menyemburkan hoax, itu sangat menyedihkan. Memang ada beberapa orang yang mata pencariannya membuat dan menyebarkan kabar bohong. Menurut saya, itulah sampah dunia maya yang sebenarnya," kata Ello.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.