Selasa, 11 Desember 2018

Ramadan, Ayudia Bing Slamet dan Suami Hibur Penghuni Panti Jompo

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ayudia Bing Slamet dan suaminya, Ditto, dan buah hati mereka . TABLOIDBINTANG.COM

    Ayudia Bing Slamet dan suaminya, Ditto, dan buah hati mereka . TABLOIDBINTANG.COM

    TEMPO.CO, Jakarta - Di sela kesibukannya, pasangan Ayudia Bing Slamet dan Dito Percussion meluangkan waktu untuk mengunjungi Panti Jompo Tresna Werdha Budi Mulia Jakarta Selatan pada Rabu 30 Mei 2018.

    Baca: Kisah Ayudia Bing Slamet dan Ditto di Film Teman Tapi Menikah

    Dalam kunjungan tersebut, penulis buku Teman tapi Menikah itu tidak hanya datang berdua. Mereka membawa buah hati tercinta yaitu Sekala Bumi. Mereka kompak mengenakan setelan baju berwarna putih.

    Sekala yang mungil dan pintar itu menjadi pusat perhatian tamu panti. Bagaimana tidak, saat bocah kecil itu muncul semua pada teriak dengan memanggil namanya. “Sekalaaaa uhuuu”.

    Tidak hanya Sekala, Ayu dan Dito juga sempat menghibur kakek dan nenek panti dengan membawakan lagu Nurlela. Pasangan selebriti itu mengaku sangat senang dan tidak menyangka bahwa para nenek dan kakek penghuni panti seantusias itu menyambut mereka.Ayudia Bing Slemat bersama suaminya Ditto dan putranya Dia Sekala Bumi.

    “Kita kirain bakalan lemes, ternyata semangat banget apalagi dengan yel-yel nya. Walaupun untuk usia segitu udah susah ya buat joget, tapi untuk komunikasi masih oke, tadi bahkan banyak banget yang nyapa kita duluan ya," kata Ayu.

    Ayudia mengaku  senang berbagi, apalagi saat Ramadan yang identik dengan berbagi. Menurutnya, berbagi itu tidak cuma uang, tapi bisa apa pun seperti berbagi senyuman.

    “Tapi hari ini seru banget, karena kita ngasih jasa atau service oma opa disini, seperti potong rambut. Lucu banget pokoknya, apalagi kita biasanya ke panti asuhan, tapi kita lupa ini ada juga warga senior yang membutuhkan kita," kata Ayudia Bing Slamet.

    MAWARDAH | NN


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.