Rabu, 19 September 2018

Salawat Badar, Angklung, dan Aroma Sate di KBRI Arab Saudi

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masyarakat Arab Saudi memainkan angklung di Kantor KBRI Riyadh,  Arab Saudi pada Kamis, 3 Mei 2018. TEMPO/Elik Susanto

    Masyarakat Arab Saudi memainkan angklung di Kantor KBRI Riyadh, Arab Saudi pada Kamis, 3 Mei 2018. TEMPO/Elik Susanto

    TEMPO.CO, Riyadh - Karpet merah menghampar di lapangan serbaguna Kantor Kedutaan Besar RI atau KBRI untuk Arab Saudi di Jalan Umro Al Dhamry, Riyadh. Alunan gambang yang merdu mengiringi Anamos Anani, lagu khas Arab yang dibawakan dalam instrumentalia angklung Saung Udjo Bandung pada Kamis malam, 3 Mei 2018.

    Cahaya lampu seolah menggeser malam yang bergerak lamban. Areal seluas sepertiga lapangan bola itu bagai kembali siang. Di satu sudut lapangan untuk olahraga dan upacara bendera ini mengepul asap. Ada aroma sate dan kuah bakso. “Saya suka sate kambing dan sate ayam,” kata Ali Bahmudah, akunting di sebuah perusahaan swasta, yang mengantre makanan pada malam itu.

    Ali Bahmudah adalah bagian dari sekitar 300 warga asing yang diundang ke KBRI malam itu. Mengenakan pakain putih terusan tanpa kafiyeh. Tapi, tamu dengan pakain putih dengan kafiyeh kotak-kotak kecil merah di kepala mendominasi suasana panggung hiburan. Hampir semua membawa smartphone. Selain berselfi mereka juga memfoto menu makanan sebelum dinikmati.

    Baca: Diplomasi Budaya, KBRI Arab Saudi Tampilkan Angklung dan Thilung

    Sekitar pukul 21.00 mendadak tamu berebut mendekat panggung angklung yang dimainkan komunitas Saung Angklung Udjo, Bandung. Mereka mengabadikan Duta Besar RI Agus Maftuh Agedebriel yang sedang beraksi. Lantunan Salawat Badar Agus Maftuh membuat sausana menjadi kian semarak. Mereka yang duduk di kursi tamu barisan depan mengeraskan suaranya mengikuti aba-aba Dubes Agus Maftuh.
     
    Shalaatullaah Salaamul laah ‘Alaa Thaaha Rasuulillaah
    Shalaatullaah Salaamulleah ‘Alaa Yaa Siin Habiibillaah…..
    Tawassalnaa Bibismi llaah Wabil Haadi Rasuulillaah…..


    Fania Fiir (kiri) lulusan Fakultas Psikologi Universitas King Saud yang mengaku menyukai seni budaya Indonesia. TEMPO/Elik Susanto

    Lirik salawat merupakan untaian kata-kata indah memuji kemuliaan Rasul Muhammad. Selain mengandung ungkapan sanjungan atas Nabi, nyanyian salawat juga berisi doa-doa kepada Allah SWT. Di Indonesia, Salawat Badar sangat dikenal terutama di kalangan Nahdlatul Ulama. “Lewat Salawat Badar, Indonesia makin dekat dengan masyarakat Arab Saudi,” ujar Agus Maftuh pada acara itu.

    Usai Salawat Badar, giliran Robby Mufti, personel Saung Angklung Udjo tampil “membius’ tamu undangan. Ia lebih dulu menceritakan apa itu angklung, yaitu alat musik terbuat dari bambu. Musik ini sudah tersohor dan menjadi warisan dunia. Ia lantas minta 100 tamu undangan untuk ikut memainkan angklung. Satu per satu angklung dibagikan kepada mereka.

    Tak hanya laki-laki yang berebut mendapatkannya, sejumlah perempuan yang duduknya terpisah merangsek ke depan untuk mengambil bagian. Latihan mengenal  angklung berikut nada dan ciri-cirinya berlangsung cepat. Tak sampai 10 menit, Murfi Robby memandu sekitar 100 orang warga Arab untuk mengiringi lagi We are the Champions. Mereka girang dan bertepuk tangan.

    Faina Fiir, remaja yang belum lama lulus Fakultas Psikologi Univesitas King Saud Riyadh, mengatakan, tak menyangka bisa cepat belajar angklung. Ia mengaku memang menyukai hiburan dan seni budaya. “Tapi memainkan angklung baru sekali ini. Ternyata asyik dan tidak sulit,” ujar Faina yang sangat ingin bisa jalan-jalan ke Indonesia. “Insya Allah, doakan saja bisa segera datang ke sana”.

    Panggung hiburan di Kantor KBRI Arab Saudi yang terletak di kawasan Diplomatic Quarter ini harus berakhir sebelum pukul 23.00. Acara bertema Indonesia Night Bamboo Harmony dilanjutkan pada Jumat malam, 4 Mei 2018. “Malam kedua akan dimeriahkan dengan bazar dan dangdutan,” kata Dubes Agus Maftuh.

    Diplomatic Quarter adalah sebuah areal khusus untuk perkantoran dan permukiman warga negara asing di Riyadh. Kendaraan yang tidak memakai kode khusus, diperiksa semua bawaan dan identitas penumpangnya oleh tentara. Di tempat ini terdapat sekitar 170 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Rusia, dan Indonesia yang membangun kantor perwakilan dan permukiman pejabatnya yang bertugas di Arab Saudi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    TGB Muhammad Zainul Majdi dan Divestasi Tambang Emas Newmont

    KPK mengusut aliran dana ke rekening TGB Muhammad Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat. Dana itu diduga berkaitan dengan Newmont Nusa Tenggara.