Minggu, 23 September 2018

Diplomasi Budaya, KBRI Arab Saudi Tampilkan Angklung dan Thilung

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komunitas Saung Angklung Udjo Bandung saat tampil di KBRI Riyadh,  Arab Saudi, Kamis malam 3 Mei 2018. TEMPO/Elik Susanto

    Komunitas Saung Angklung Udjo Bandung saat tampil di KBRI Riyadh, Arab Saudi, Kamis malam 3 Mei 2018. TEMPO/Elik Susanto

    TEMPO.CO, Riyadh - Sekitar 300 warga negara asing, sebagian besar Arab Saudi, berkumpul di Kantor Kedutaan Besar RI atau KBRI di Riyadh, Kamis malam, 3 Mei 2018. Mereka diundang untuk diajak menonton pertunjukan musik angklung dan kesenian thilung dalam acara diplomasi kebudayaan bertajuk Indonesia Night Bamboo Harmony. Kedua kesenian ini dibawakan oleh komunitas Saung Angklung Udjo, Bandung dan Thilung Yogyakarta.

    Menurut Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel,  acara tersebut merespons kehausan masyarakat Arab Saudi akan hiburan dan pertunjukan kebudayaan. Kebutuhan itu muncul setelah putra mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman, melalui kampanye visi 2030 menjanjikan keterbukaan kepada masyarakatnya.

    Masyarakat Arab, kata Agus Maftuh, umumnya sudah lama mengenal Indonesia karena penduduknya mayoritas Muslim dan setiap tahun jumlah jemaah haji dan umrah terus bertambah.  “Di samping tenaga kerja, Indonesia juga memiliki kesenian yang diakui dunia,” kata Agus Maftuh di Riyadh.

    Komunitas Thilung Yogyakarta saat tampil di KBRI Riyadh, Arab Saudi, Kamis malam, 3 Mei 2018. TEMPO/Elik Susanto

    Kerja sama antara Indonesia dan Arab Saudi, kata Agus Maftuh, juga sudah terjalin dalam berbagai sektor seperti perdagangan, pendidikan, dan  investasi. Namun kerja sama ini perlu ditingkatkan serta diperluas ke bidang lain, salah satunya seni budaya. “Setelah angklung dan thilung, akan disusul dengan menampilkan seni budaya lain kepada masyarakat Arab Saudi.”

    Antusiasme masyarakat Arab Saudi, sebagian pejabat dan mahasiswa yang hadir ke KBRI, tidak hanya menonton. Mereka juga ikut memainkan alat musik terbuat dari bambu tersebut. Saking senangnya sebagian dari mereka membawa pulang angklung, yang memang telah sediakan oleh panitia.

    Pada November 2010 alat musik angklung telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization). Pengakuan ini berlangsung ketika lembaga tersebut menggelar sidang ke-5 di Nairobi, Kenya. Predikat sebagai warisan budaya dunia langsung menyebar dan kian melambungkan pamor musik angklung ini di mancanegara.

    Masyarakat Arab Saudi memainkan angklung di Kantor KBRI Riyadh, Arab Saudi pada Kamis, 3 Mei 2018. TEMPO/Elik Susanto

     “Permintaan pentas dari berbagai negara datang rata-rata setahun lebih dari 3 kali,” ujar Tata Hendayana, pelatih sekaligus pimpinan rombongan Saung Angklung Udjo. Selain tawaran pentas ke luar negeri, pesanan alat musik angklung juga meningkat. “Kami dan pengrajin terus terang kewalahan,” kata Tata kepada Tempo.

    Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nadjamuddin Ramly mengatakan, diplomasi kebudayaan dengan menyuguhkan musik tradisional diyakini bisa menjadi strategi mengenalkan kekayaan seni budaya Indonesia kepada publik Arab Saudi. 

    Kebanyakan masyarakat Arab Saudi, kata Nadjamuddin, belum tahu bahwa Indonesia negara besar dengan keanekaragaman budaya, yang beririsan dengan Islam. “Diharapkan masyarakat Arab juga tergerak untuk mempelajari dan menjadikan sarana komunikasi antarmasyarakat kedua negara,” kata dia.

    Nadjamuddin berjanji akan mendatangkan musik tradisional lain ke Arab Saudi. “Kami akan pilihkan seni musik dan seni budaya lain yang bernuansa Islam. Seperti tari zapin dari Riau atau tari saman dari Aceh.” Panggung musik angklung di KBRI Arab Saudi berlangsung hingga Jumat, 4 Mei 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.