Sutradara Tegaskan Film 212 The Power of Love Bebas dari Politik

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain dan kru film 212 The Power of Love dalam pemutaran perdana yang dilaksanakan di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Pusat, Selasa, 1 Mei 2018.(Tempo/ Ammy Hetharia)

    Para pemain dan kru film 212 The Power of Love dalam pemutaran perdana yang dilaksanakan di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Pusat, Selasa, 1 Mei 2018.(Tempo/ Ammy Hetharia)

    TEMPO.CO, Jakarta -Satu lagi film layar lebar yang akan meramaikan industri perfilman Tanah Air. Film tersebut berjudul 212 The Power of Love garapan rumah produksi Warna Pictures. Rencananya, film ini mulai tayang di bioskop pada 9 Mei 2018.

    Baca: Trailer Film Ayu Ting Ting Sempat Jadi Trending di YouTube

    Menilik judulnya, banyak pihak yang mengaitkan film ini persoalan politik. Terlebih, film ini mengambil latar belakang Aksi Bela Islam pada 2 Desember 2016 yang dikenal dengan sebutan Aksi 212.

    Namun, Jastis Arimba selaku sutradara menegaskan bahwa film garapannya tersebut tidak ada hubungannya sama sekali dengan persoalan politik ataupun kepentingan politik.

    “Jika ada orang yang beranggapan bahwa ini ada kepentingan politik di film ini, Insya Allah sih enggak, ” kata Jastis saat ditemui usai jumpa pers film 212 The Power Of Love di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 1 Mei 2018.

    Film 212 The Power of Love Film 212 The Power of Love ini dibintangi oleh Fauzi Baadila, Meyda Safira, Asma Nadia, Adhin Abdul Hakim, Hamas Syahid, dan Roni Dozer.  Film ini bercerita tentang seorang ayah dan anaknya yang bertikai namun akhirnya berdamai dalam aksi damai 212.

    Jastis mengatakan dirinya bersemangat membuat film dengan latar belakang aksi damai 212 karena sebagaimerasa memiliki terhadap peristiwa tersebut. Ia menilai, peristiwa aksi damai 212 merupakan peristiwa sejarah yang penting untuk diabadikan. S

    Berdasarkan hal itulah, Jastis memutuskan untuk mengemas peristiwa bersejarah itu melalui cerita-cerita lain yang terjadi dalam aksi damai tersebut.

    Menurut Jastis, banyak kisah-kisah inspiratif dan emosional yang menarik untuk diangkat saat aksi damai itu berlangsung. Kisah-kisah itulah yang menurutnya pantas memiliki daya tarik tersendiri untuk diceritakan kepada masyarkat luas. Salah satunya melalui film 212 The Power of Love ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.